Bagikan:

JAKARTA - Iran menyerukan agar Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menolak draf resolusi terkait Selat Hormuzusulan Amerika Serikat.

"Iran menyerukan kepada negara-negara anggota (DK PBB) agar bertindak berdasarkan logika dan keadilan serta prinsip, bukan tekanan, untuk menolak rancangan tersebut dan tidak mendukung atau menjadi pendukung bersama,"kata perwakilan Iran di PBB dalam pernyataannya dilansir ANTARA dari Sputnik, Kamis, 7 Mei.

Berakhirnya perang secara permanen, penghentian blokade laut, dan pemulihan lalu lintas pelayaran adalah satu-satunya solusi terhadap masalah di Selat Hormuz, ucap perwakilanIran di PBB itu.

Menurut pihak Iran,Washingtonmendorongrancangan resolusi yang bermuatan politisdengan dalih kebebasan pelayaranuntuk mendorong agenda politik dan melegitimasi tindakan tak sah, alih-alih menyelesaikan krisis.

Adapun pada Selasa (5/5), Menteri Luar Negeri Amerika SerikatMarco Rubio mengumumkan pihaknya telah menyerahkan rancangan resolusi DK PBB terkait Selat Hormuz untuk mendesak Iran berhenti melakukan penyerangan, pemasangan ranjau, dan pemungutan biaya lintas.

RubiomengatakanWashington telah menyesuaikan naskah rancangan resolusi agar bahasanya tidak terlalu rumit.

April lalu, DK PBB gagal mengadopsi usulan resolusi terkait Selat Hormuzsetelah ada veto dari dua anggota tetap, yaitu Rusia dan China.

Wakil Tetap Rusia di PBB Vassily Nebenzia mengatakanMoskow tidak dapat mendukung suatu dokumen yang akan menciptakan preseden berbahaya dalam hukum internasional.

Menurut Nebenzia, usulan resolusi tersebut sarat akan unsur-unsur yang timpang, tidak benar, dan konfrontatif; sementara bahasa yang digunakan dapat ditafsirkan oleh negara-negara yang tidak bertanggung jawab untuk melegitimasi penggunaan kekerasan.