JAKARTA - Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim mengecam ulah Israel yang kembali menahan kapal pembawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza, Global Sumud Flotilla (GSF) di perairan internasional.
"Saya mengutuk tindakan kekerasan rezim Zionis Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional, yang merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum maritim dan menyerupai tindakan perompakan yang mencemari prinsip kemanusiaan universal," kataAnwar Ibrahim dalam pernyataannya di Kuala Lumpur, Kamis, 30 April dilansir ANTARA.
Menurut informasi yang disampaikan Anwar Ibrahim dalam Telegram, 22 kapal GSF yang berlayar dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 ditahan Israel saat melintas di perairan internasional. Enam dari 22 kapal itu melibatkan 10 warga negara Malaysia.
BACA JUGA:
PM Anwarpunmendesak agar semua pihak segera bertindak dan memastikan tidak ada tindakan kekerasan yang dikenakan terhadap seluruh aktivis, termasuk 10 warga negara Malaysia, yang saat ini ikut ditahan dan terputus komunikasi.
"Keselamatan mereka harus dijamin tanpa kompromi," tegasnya.
Dia juga menyatakan Pemerintah Malaysiasedang berkomunikasi dan bekerja sama erat dengan negara-negara sahabat untuk memastikan para aktivis segera dibebaskan.
PM Anwarmenekankan dalam situasi genting ini, nilai belas kasih dan kemanusiaan harus mengatasi segala perbedaan dan Malaysia akan terus berdiri teguh mempertahankan prinsip tersebut.