JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta meminta warga menghentikan praktik membakar sampah seiring menguatnya fenomena El Nino yang berpotensi memicu kemarau panjang, suhu tinggi, dan meningkatnya risiko kebakaran.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, kondisi cuaca ekstrem akibat El Nino harus diantisipasi sejak dini, terutama dari potensi kebakaran yang kerap dipicu aktivitas warga.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran terbuka serta meningkatkan kewaspadaan terhadap instalasi listrik dan penggunaan api," kata Marulitua kepada wartawan, Kamis, 30 April.
Menurut dia, pembakaran sampah di ruang terbuka berisiko memicu api cepat meluas, terutama di kawasan permukiman padat dan lahan kering saat curah hujan menurun.
BPBD juga meminta masyarakat lebih waspada terhadap potensi keadaan darurat dan segera melaporkannya agar penanganan bisa dilakukan cepat.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menjaga lingkungan, serta segera melaporkan potensi keadaan darurat melalui layanan Jakarta Siaga 112. Kesiapsiagaan adalah kunci untuk meminimalkan risiko dampak dari fenomena iklim ekstrem ini," jelasnya.
Di sisi lain, BPBD memastikan sejumlah langkah mitigasi telah disiapkan, mulai dari koordinasi dengan BMKG hingga penyebaran informasi peringatan dini kepada masyarakat.
Penguatan kesiapsiagaan juga dilakukan melalui kelurahan tangguh bencana dan jejaring relawan untuk menghadapi potensi kekeringan dan dampak turunannya.
BACA JUGA:
Untuk mengantisipasi kebakaran saat musim kemarau, BPBD bersama Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) melakukan pemantauan di wilayah rawan.
"Bersama Dinas Gulkarmat, dilakukan pemantauan di wilayah rawan kebakaran, termasuk permukiman padat dan area lahan kering," ucap dia.
Selain itu, BPBD memastikan kesiapan posko siaga, hidran, dan armada pemadam, termasuk suplai air di titik rawan agar respons bisa dilakukan cepat saat terjadi kebakaran.