Bagikan:

JAKARTA - Presiden Volodymyr Zelensky pada Hari Rabu mengatakan, Ukraina akan terus meningkatkan jangkauan serangannya di Rusia, dengan mengunggah rekaman yang menurutnya merupakan serangan terhadap target pada jarak lebih dari 1.500 km (930 mil).

Serangan drone Ukraina pada Hari Selasa menyebabkan kebakaran besar di kilang minyak Rusia di Pelabuhan Tuapse di Laut Hitam, serangan ketiga terhadap kilang tersebut dalam waktu kurang dari dua minggu.

Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan serangan itu sebagai bukti peningkatan serangan Ukraina terhadap target sipil.

Presiden Zelensky mengatakan dinas keamanan Ukraina telah melaporkan serangan yang berhasil jauh di dalam Rusia, menyebutnya sebagai "tahap baru dalam penggunaan senjata Ukraina untuk membatasi potensi perang Rusia" dalam unggahan di X.

Presiden Ukraina mengunggah video asap yang mengepul ke langit tetapi tidak mengidentifikasi target yang terkena.

"Jarak garis lurusnya lebih dari 1.500 kilometer. Kami akan terus memperluas jangkauan ini," tambahnya, seperti melansir Al Arabiya dari Reuters (30/4).

Sementara Dinas Keamanan Ukraina, SBU, mengatakan dalam unggahan selanjutnya, drone mereka menyerang stasiun pemompaan minyak Rusia di dekat kota Perm semalam, sekitar 1.500 km dari Ukraina.

Diketahui, Ukraina telah meningkatkan serangannya di dalam Rusia dalam beberapa pekan terakhir, bertujuan untuk melumpuhkan kilang minyak, depot dan pelabuhan serta melumpuhkan sumber pendanaan terbesar Moskow untuk perangnya di Ukraina, karena harga global naik akibat perang Iran.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan, sejak tahun 2022, ketika Rusia melancarkan invasi skala penuh ke negara tetangganya, Ukraina telah meningkatkan jangkauan serangannya terhadap Rusia sebesar 170 persen.

Ukraina telah membangun persediaan senjata jarak jauh produksi dalam negeri sejak invasi tahun 2022.

Pada Bulan Februari, drone Ukraina menyerang kilang Ukhta di wilayah Komi Rusia, sekitar 1.750 km dari perbatasan Ukraina, kata para pejabat regional.

"Sangat penting bahwa setiap serangan mengurangi kemampuan industri militer, logistik dan ekspor minyak Rusia," tandas Presiden Zelensky.