Bagikan:

JAKARTA - Amerika Serikat pada Hari Selasa memimpin sekelompok negara regional dalam seruan bersama untuk mendukung Panama dalam sengketa dengan China mengenai Terusan Panama, menyebut tindakan Beijing sebagai ancaman bagi mereka semua.

Amerika Serikat memimpin pernyataan bersama dari sebagian besar negara-negara berhaluan kanan, seperti Bolivia, Kosta Rika, Guyana, Paraguay serta Trinidad dan Tobago.

Tindakan China "adalah upaya terang-terangan untuk mempolitisasi perdagangan maritim dan melanggar kedaulatan negara-negara di belahan bumi kita," kata pernyataan yang dirilis oleh Departemen Luar Negeri AS.

"Panama adalah pilar sistem perdagangan maritim kita, dan karenanya harus tetap bebas dari tekanan eksternal yang tidak semestinya," katanya, melansir Al Arabiya dari AFP (29/4).

"Setiap upaya untuk merusak kedaulatan Panama merupakan ancaman bagi kita semua," tandasnya.

Panama mengambil alih kendali atas dua pelabuhan (Terminal Balboa dan Terminal Cristobal yang mengapit sisi Pasifik dan Atlantik di Terusan Panama) yang sebelumnya dioperasikan oleh sebuah konglomerat yang berbasis di Hong Kong di jalur penting untuk perdagangan global, menyusul keputusan Mahkamah Agung Panama pada Bulan Januari.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bulan lalu mengecam China karena diduga menahan dua kapal berbendera Panama sebagai tanggapan atas pengambilalihan tersebut.

China sendiri mengancam Panama dengan pembalasan tetapi membantah menahan kapal-kapal tersebut, menuduh Amerika Serikat melakukan pemalsuan.

Presiden AS Donald Trump yang kembali menjabat tahun lalu berjanji untuk merebut kembali kendali AS atas Terusan Panama, yang diserahkan dalam kesepakatan yang dicapai oleh Pemerintahan Presiden Jimmy Carter pada tahun 1978 dengan persetujuan Senat yang tipis, serta kritik pentingnya terusan tersebut bagi keamanan Negeri Paman Sam.

Setelah langkah-langkah Panama terhadap perusahaan yang berbasis di Hong Kong tersebut, Presiden Trump menyatakan kemenangan dan masalah terusan sebagian besar menghilang sebagai masalah bilateral antara mereka.

Dalam strategi keamanan nasional tahun lalu, Pemerintahan Trump berjanji untuk secara agresif mempromosikan kepentingan AS di Amerika Latin melawan kekuatan asing yang dipimpin oleh China.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+