JAKARTA — Platform trading cerdas Slickorps mengumumkan peluncuran layanan kuantitatif berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memperluas akses pengguna terhadap strategi perdagangan otomatis, termasuk pada skenario trading kuantitatif dan transaksi frekuensi tinggi.
Layanan ini dirancang untuk menyederhanakan proses trading kuantitatif yang selama ini dikenal kompleks, baik dari sisi pengembangan strategi, eksekusi, hingga pengendalian risiko. Melalui integrasi dalam satu sistem terpadu, Slickorps menargetkan penurunan hambatan bagi pengguna dalam memanfaatkan teknologi trading berbasis AI.
Chief Operating Officer Slickorps, Alfred Erik Smith, mengatakan selama ini trading kuantitatif cenderung hanya dapat diakses oleh kalangan profesional karena membutuhkan keahlian teknis dan disiplin tinggi dalam eksekusi.
“Kami ingin mengintegrasikan kemampuan yang sebelumnya terpisah antara strategi, eksekusi, dan manajemen risiko menjadi layanan yang lebih mudah dipahami dan digunakan secara berkelanjutan,” ujar Alfred dalam keterangnya, Selasa 28 April.
Berbeda dengan pendekatan konvensional, layanan ini mengandalkan algoritma dan sistem data untuk merespons dinamika pasar secara otomatis. Strategi dijalankan dalam kerangka yang telah ditentukan guna meminimalkan pengaruh faktor emosional dan bias manusia dalam pengambilan keputusan.
Slickorps menilai penggunaan sistem otomatis tidak hanya membantu efisiensi waktu dan biaya operasional, tetapi juga meningkatkan konsistensi dalam eksekusi strategi, terutama di tengah kondisi pasar yang dinamis dan padat informasi.
Peluncuran layanan ini juga mencerminkan tren industri trading cerdas yang mulai berfokus pada penerapan produk yang lebih praktis dan mudah diakses. Seiring berkembangnya teknologi AI dan kemampuan pengolahan data, persaingan antarplatform kini semakin ditentukan oleh kualitas layanan, pengalaman pengguna, serta stabilitas eksekusi strategi.
BACA JUGA:
Ke depan, Slickorps menyatakan akan terus mengembangkan kemampuan AI, meningkatkan pengalaman pengguna, serta memperkuat efisiensi sistem guna mendorong adopsi trading cerdas yang lebih luas.
“Trading kuantitatif kini mulai bertransformasi dari alat eksklusif bagi profesional menjadi layanan yang dapat diakses oleh lebih banyak pengguna,” kata Alfred.