JAKARTA - Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat, Kash Patel, akan sepenuhnya merombakpengaturan pengamanan PresidenDonald Trump dalam jamuan berikutnya bersama wartawan Gedung Putih.
Hal tersebut dilakukan sebagai antisipasi keamanan setelah insiden penembakan di tengah jamuan makan malamwartawan Gedung Putih bersama pejabat pemerintahan Amerika,Sabtu (25/4).
"Postur keamanannya, saya pikir, akan jadi benar-benar berbeda,"kata Patel kepada Fox News dilansir ANTARA dar Sputnik, Senin, 27 April.
FBI akan menerapkan beberapa hal dengan berbeda danakan bekerja sama dengan Gedung Putih, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, Dinas Rahasia AS, dan kepolisian setempat.
"Ada hampir semua anggota kabinet presiden di jamuan itu. Ada presiden dan wakil presiden, serta 2.000 insan media. Ini bukan peristiwa yang ditulis untuk film, skenario seperti ini, tragedi seperti ini; dan untungnya, ada reaksi cepat dari penegak hukum,"kata Patel.
BACA JUGA:
Sabtu malam, suara tembakan tiba-tiba terdengar di Hotel HiltonWashington, Amerika Serikat, saat acara jamuan makan malam tahunan koresponden Gedung Putih.
Semua orang yang hadir di acara itu, termasuk DonaldTrump dan istrinya, langsung dievakuasi.
Sementara itu, seorang tersangka penembakan langsung ditahan, tetapi salah satu agen Dinas Rahasia mengalami cedera. Tersangka diketahui bernama Cole Allen yang kerap mengritik pemerintah AS karena engganmemberikan bantuan kepada Ukraina.
Akibat insiden tersebut,Trump mengatakan jamuan makan malam tetap akan dijadwalkan ulang dalam 30 hari ke depan.