JAKARTA - Pemerintah China mengaku terus mengikuti perkembangan dari insiden penembakan acara gala "White House Correspondents’ Association" di Washington, Amerika Serikat.
"Insiden penembakan ini telah menarik perhatian China. Kami tentu menentang dan mengutuk kekerasan yang tidak sesuai hukum," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin, 27 April dilansir ANTARA.
Pada Sabtu malam (25/4), terdengar suara tembakan di Hotel Hilton Washington, Amerika Serikat, yang menjadi lokasi jamuan makan malam tahunan antara pejabat pemerintah dengan wartawan Gedung Putih.
Semua yang hadir dalam jamuan itu, termasuk Presiden AS Donald Trump dan istrinya Melania Trump, langsung dievakuasi.
Sementara itu, seorang tersangka penembakan langsung ditahan, tetapi salah satu agenSecret Servicemengalami cedera.
BACA JUGA:
Tersangka penembakan itu diketahui bernama Cole Allen yang kerap mengkritik Pemerintah Amerika Serikat karena enggan memberikan bantuan kepada Ukraina.
Kepolisian Washington mengatakan tersangka yang ditahan setelah melepaskan tembakan dalam jamuan makan yang dihadiri Presiden AS Donald Trump bersenjata senapan gentel (shotgun), pistol dan beberapa pisau.
Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika SerikatKash Patel akan sepenuhnya merombak pengaturan pengamanan Presiden Donald Trump dalam jamuan berikutnya bersama wartawan Gedung Putih pasca kejadian tersebut.