JAKARTA - Kuliner yang terinspirasi Gyeongju dan pertunjukan budaya bertabur bintang menjadi sorotan utama dalam jamuan makan malam penyambutan resmi Pertemuan Para Pemimpin Ekonomi APEC, Jumat, yang diselenggarakan oleh Presiden Lee Jae Myung dan Ibu Negara Kim Hea Kyung, ungkap kantor kepresidenan.
Jamuan makan malam yang sangat dinantikan ini merupakan puncak dari serangkaian acara resmi APEC di mana minuman yang disajikan, mulai dari teh non-alkohol bersoda hingga minuman beralkohol beras tradisional Korea, menunjukkan perpaduan apik antara protokol dan diplomasi budaya Korea.
Presiden Lee menyelenggarakan jamuan makan malam resmi di Hotel Lahan Select untuk sekitar 400 tamu kehormatan, termasuk para pemimpin 21 negara anggota APEC, perwakilan organisasi internasional hingga CEO perusahaan multinasional.
Kantor Kepresidenan menyatakan, jamuan makan malam resmi ini dirancang untuk menjadi acara yang bermakna di mana budaya Korea, teknologi, dan komitmen untuk bekerja sama di seluruh kawasan Asia-Pasifik terhubung dengan mulus, melansir The Korea Times 1 November.
Jamuan makan malam ini menampilkan menu yang dikurasi dengan cermat, dikembangkan dengan bantuan koki selebritas Korea-Amerika, Edward Lee, yang bertujuan untuk menampilkan sisi tradisional dan inovatif dari masakan Korea, bermitra dengan Lotte Hotel untuk menciptakan hidangan yang memadukan masakan tradisional Korea dan Barat.
Kantor kepresidenan menyatakan menu tersebut menggunakan bahan-bahan dari kota tuan rumah, Gyeongju, dan Provinsi Gyeongsang Utara di sekitarnya, sehingga memaksimalkan efek promosi global untuk makanan Korea.
Hidangan ini menyajikan makanan pokok Korea seperti namul bibimbap (nasi yang dicampur dengan sayuran berbumbu) dan galbijjim (iga sapi rebus) yang menggunakan bahan-bahan lokal Gyeongju.
Hidangan pembuka berupa tahu lembut dan kesemek dalam saus yang lembut, mematahkan kesalahpahaman umum bahwa masakan Korea selalu pedas. Hidangan ini juga menggunakan kacang pinus dan kepiting untuk mewakili persatuan ekonomi kawasan Pasifik di APEC.
Hidangan penutup yang disajikan antara lain kue beras doenjang karamel (pasta kedelai fermentasi) dengan bubuk kedelai panggang dan pai yang terbuat dari kacang pinus panggang. Kue-kue tersebut disajikan dalam kotak mutiara tradisional Korea yang dapat dibawa pulang oleh para tamu sebagai oleh-oleh.
Minuman resmi untuk jamuan makan malam para pemimpin utama adalah Horangi Draft Yuja (sitron) Makgeolli, minuman beralkohol tradisional Korea.
Pemilihan minuman yang cermat mencerminkan upaya Korea untuk mengakomodasi beragam selera internasional, persyaratan agama, dan preferensi pribadi para tamu.
Makan malam dilanjutkan dengan pertunjukan budaya yang dipandu oleh aktor dan penyanyi Cha Eun-woo, dengan beragam penampil seperti ikon K-Pop G-Dragon, penari Honey J dan Leejung, serta pemain biola berusia 11 tahun Kim Yu-na.
BACA JUGA:
Sebelumnya, dalam jamuan makanan malam kepresidenan pada Hari Rabu untuk para pemimpin negara yang hadir, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump, minuman teh fermentasi bersoda dari merek lokal Hyo House, menandai pertama kalinya pemerintah Korea menawarkan teh untuk bersulang utama saat menyelenggarakan acara internasional. Jamuan makan malam tersebut memperkenalkan kuliner dan budaya Korea.
Sedangkan dalam APEC CEO Summit sehari sebelumnya, selain dua anggur lokal pemenang penghargaan dari Provinsi Gyeongsang Utara, menu makan malamnya menampilkan masakan tradisional dengan bahas khas lokal seperti daging sapi hanwoo dari Gyeongju dan abalon Laut Timur, serta pilihan hidangan halal dan vegan, dengan hidangan penutup antara lain camilan ikoni Gyeongju seperti Hwangnam-ppang, kue kering berisi pasta kacang merah manis.