Bagikan:

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini berupa potensi hujan ringan, sedang, hingga lebat, yang dapat disertai kilat dan angin kencang di berbagai kota besar di Indonesia pada Selasa, 28 April.

Prakirawan Diah Ayu R menerangkan secara umum daerah konvergensi memanjang dari perairan utara Papua, Samudra Pasifik utara Papua, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur.

"Juga Kalimantan Selatan, perairan utara Nusa Tenggara Barat, Laut Sulawesi, Sulawesi Tengah, Laut Flores, Maluku, Laut Arafuru, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan," kata Diah dikutip Antara, Selasa pagi.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi atau konfluensi.

Oleh karena itu pihaknya memprakirakan beberapa kota besar berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang, yakni di wilayah Padang, Mataram, Palu dan Nabire.

Sementara itu beberapa kota besar lainnya akan mengalami hujan ringan hingga sedang, yaitu wilayah Banda Aceh, Medan, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung, Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, Palangka Raya, Banjarmasin, Tanjung Selor, Samarinda, Denpasar, Makassar, Mamuju, Kendari, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke.

Adapun beberapa kota besar yang lain diprakirakan hanya akan mengalami kondisi berawan pada hari ini, antara lain Pekanbaru, Jambi, Pangkal Pinang, dan Kupang.

Sebelumnya pada Rabu (22/4) Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq memperingatkan Indonesia akan menghadapi musim kemarau panjang hingga tujuh bulan dengan curah hujan terendah dalam 30 tahun terakhir, kondisi yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Oleh karena itu Menteri LH Hanif mengingatkan kepada seluruh jajaran dan pemangku kepentingan terkait agar terus melakukan mitigasi hingga persiapan, mulai dari operasi modifikasi cuaca hingga memfokuskan kesiapsiagaan karhutla di enam provinsi, mulai dari Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan.

"Di tahun 2026 ini sesuai proyeksi dari BMKG, kita akan mengalami masa kemarau yang panjang, mencapai puncak sekitar bulan Agustus-September 2026, baru akan berakhir bulan November 2026. Ada tujuh bulan yang akan kita hadapi (sejak April), dengan tingkat curah hujan akan berada pada kondisi paling rendah selama 30 tahun," ucap Menteri LH Hanif.