JAKARTA - Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah putaran kedua negosiasi Israel-Lebanon di Departemen Luar Negeri pada Hari Kamis.
"Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah putaran kedua pembicaraan tingkat duta besar antara Israel dan Lebanon pada Hari Kamis, 23 April, di Departemen Luar Negeri," kata juru bicara tersebut kepada Anadolu seperti dikutip (21/4).
"Amerika Serikat menyambut baik keterlibatan produktif yang dimulai pada 14 April. Kami akan terus memfasilitasi diskusi langsung dan dengan itikad baik antara kedua pemerintah," tambah juru bicara Departemen Luar Negeri.
Kemarin, Presiden Lebanon Joseph Aoun mengatakan pada Hari Senin, pembicaraan dengan Israel bertujuan untuk menghentikan permusuhan, mengakhiri pendudukan Israel di Lebanon selatan, dan memastikan penempatan tentara Lebanon ke perbatasan yang diakui secara internasional.
Diketahui, Israel melakukan serangan ke Lebanon pada 2 Maret, menargetkan kelompok militan Hizbullah yang melancarkan serangan ke Israel, menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan AS-Israel ke Tehran dan kota-kota lainnya pada 28 Februari.
Serangan Israel telah mengakibatkan sekitar 2.300 orang tewas, melukai lebih dari 7.500 orang, dan menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi, menurut otoritas Lebanon.
Kedua negara untuk kali pertama menggelar pertemuan langsung dalam kurun waktu 43 tahun pada Hari Selasa pekan lalu, saat Duta Besar Lebanon dan Israel bertemu di Washington dan sepakat untuk memulai negosiasi perdamaian langsung.
BACA JUGA:
Serangan mereda setelah Presiden AS Donald Trump pada Hari Kamis mengumumkan gencatan senjata 10 hari di Lebanon yang dimulai tengah malam waktu setempat di Tel Aviv dan Beirut.
Sehari kemudian, Ia mengatakan Washington secara aktif melarang Israel melakukan serangan tambahan terhadap Lebanon, seiring dengan berlakunya gencatan senjata yang baru terbentuk.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan pada Hari Jumat, Israel bermaksud untuk mempertahankan kendali atas semua wilayah yang didudukinya di Lebanon selatan selama serangan baru-baru ini.