JAKARTA - Yordania dan Uni Emirat Arab menegaskan mereka bukan bagian dari perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Sikap itu disampaikan Raja Abdullah II dan Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan saat bertemu di Abu Dhabi, Senin, di tengah konflik yang terus meluas di kawasan.
Menurut Arab News yang dikutip Selasa, 17 Maret, kedua pemimpin itu menyatakan negara-negara Arab tidak memulai konflik yang pecah sejak 28 Februari dan tidak ikut di dalamnya. Mereka mengatakan negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan negara Arab lain justru berusaha menahan krisis agar tidak melebar.

Dalam pertemuan itu, keduanya juga mengecam serangan Iran ke negara mereka. Mengutip kantor berita resmi Yordania dan UEA, Arab News menulis bahwa mereka menilai agresi Iran melanggar kedaulatan negara, hukum internasional, dan mengancam keamanan kawasan serta dunia. Karena itu, mereka mendesak agar eskalasi militer segera dihentikan dan jalur dialog kembali didahulukan.
Pernyataan ini muncul saat dampak perang mulai terasa langsung di Teluk. Associated Press (AP) melaporkan UEA sempat menutup wilayah udaranya sebagai langkah darurat setelah ancaman rudal dan drone, sementara serangan lain memicu kebakaran di kawasan industri minyak Fujairah. AP juga melaporkan satu orang tewas di Abu Dhabi akibat serangan tersebut.
BACA JUGA:
Yordania dan UEA menegaskan mereka bukan pihak dalam perang ini, meski dampaknya sudah mereka rasakan.