JAKARTA - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kontak terakhirnya dengan Utusan Khusus Presiden Donald Trump dilakukan sebelum serangan gabungan Amerika Serikat dengan Israel.
Itu diungkapkan Menlu Araghchi dalam unggahan di media sosial, menanggapi laporan adanya kontak dengan Steve Witkoff.
"Kontak terakhir saya dengan Mr. Witkoff terjadi sebelum majikannya memutuskan untuk mengakhiri upaya diplomasi dengan melancarkan serangan militer ilegal lainnya terhadap Iran," cuit Menlu Araghchi di media sosial X, seperti dikutip (17/3).
"Setiap pernyataan yang bertentangan dengan hal tersebut tampaknya semata-mata bertujuan untuk menyesatkan para pedagang minyak dan masyarakat umum," tandasnya.
My last contact with Mr. Witkoff was prior to his employer's decision to kill diplomacy with another illegal military attack on Iran.
Any claim to the contrary appears geared solely to mislead oil traders and the public.
— Seyed Abbas Araghchi (@araghchi) March 16, 2026
Diketahui, ketegangan meningkat di Timur Tengah, menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang menurut Tehran menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk Ali Khamenei, mantan pemimpin tertinggi, dan lebih dari 150 siswi.
Sejak saat itu, Iran telah melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Tehran juga secara efektif memperketat Selat Hormuz sejak 1 Maret. Jalur air sempit ini mengangkut sekitar 20 juta barel minyak per hari dan sekitar 20 persen dari perdagangan gas alam cair global.
Kemarin, Axios melaporan saluran komunikasi langsung antara Witkoff dan Menlu Araghchi telah diaktifkan kembali dalam beberapa hari terakhir, mengutip seorang pejabat AS dan sumber yang mengetahui masalah tersebut, seperti melansir Al Arabiya.
Tidak jelas seberapa substansial pertukaran antara keduanya, tetapi ini menandai komunikasi langsung pertama yang diketahui antara kedua pihak sejak perang dimulai lebih dari dua minggu lalu, kata laporan itu.
Menlu Araghchi mengirim pesan teks kepada Witkoff yang berfokus pada pengakhiran perang, lapor Axios, mengutip pejabat AS dan sumber tersebut.
Pada saat yang sama, pejabat AS mengatakan kepada Axios bahwa Washington "tidak berbicara" dengan Teheran.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada Hari Senin mengatakan, Iran ingin membuat kesepakatan dan mengklaim mereka "berbicara dengan orang-orang kami."
BACA JUGA:
Namun, Ia Amerika Serikat tidak mengetahui kepemimpinan baru Iran.
"Semua pemimpin mereka telah meninggal. Kita bahkan tidak tahu dengan siapa kita berurusan," katanya.
Di sisi lain, para pejabat Iran secara terbuka mengklaim dalam beberapa hari terakhir, mereka tidak terlibat dalam negosiasi gencatan senjata apa pun dengan Pemerintahan Trump.
Mereka mengatakan Iran tidak tertarik pada gencatan senjata sementara yang akan memungkinkan AS dan Israel untuk berkumpul kembali dan melancarkan serangan baru, tetapi sebaliknya menginginkan jaminan kesepakatan perdamaian apa pun akan bersifat permanen.