Bagikan:

JAKARTA — Kepala Korps Lalu Lintas Polri Agus Suryonugroho menyebut hingga Senin 16 Maret atau hari keempat Operasi Ketupat 2026, sekitar 28 persen kendaraan pemudik telah meninggalkan Jakarta.

“Dari proyeksi 3,5 juta kendaraan yang akan meninggalkan Jakarta ke Trans Jawa, Jawa Barat hingga ke Cikupa, Banten, sampai Sumatera, sampai sekarang 28 persen yang sudah meninggalkan Jakarta,” kata Agus di Rest Area KM 57A Tol Jakarta–Cikampek, Senin malam.

Ia menjelaskan proyeksi kendaraan yang keluar dari Jakarta selama masa mudik Lebaran tahun ini mencapai sekitar 3,5 juta unit menuju berbagai wilayah, mulai dari jalur Trans Jawa, Jawa Barat, hingga menuju Banten dan penyeberangan ke Sumatera.

Agus menegaskan pelaksanaan Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada pengamanan lalu lintas saat arus mudik dan arus balik. Operasi tersebut juga bertujuan memastikan keamanan selama rangkaian kegiatan bulan Ramadan hingga Idulfitri.

“Operasi Ketupat bukan hanya operasi lalu lintas, tetapi negara, Polri, dan para stakeholder hadir untuk memastikan rangkaian kegiatan Ramadan, Idulfitri, dan juga Nyepi berjalan aman,” ujarnya.

Menurut dia, pengamanan mencakup dua aspek utama, yakni pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat serta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

“Aman di bidang harkamtibmas dan aman di bidang kamseltibcarlantas. Jadi dua momentum sosial dan spiritual ini harus terjaga sehingga masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan khusyuk dan terlayani dengan baik,” katanya.

Dalam Operasi Ketupat tahun ini, Polri juga menyiapkan lima klaster utama pengamanan.

Klaster pertama adalah jalur jalan tol yang diprediksi menjadi titik kepadatan kendaraan, termasuk area istirahat, titik penyempitan jalan atau bottleneck, serta penerapan rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way.

Klaster kedua mencakup jalan arteri atau jalan nasional, termasuk jalur alternatif yang mengarah ke berbagai destinasi wisata.

Klaster ketiga adalah kawasan pelabuhan penyeberangan seperti Gilimanuk, Ketapang, serta lintasan Merak–Bakauheni yang menjadi jalur utama menuju Pulau Sumatera.

Selain itu, terminal bus, bandara, dan stasiun kereta api juga menjadi bagian dari pengamanan karena menjadi simpul transportasi utama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

Klaster keempat meliputi tempat-tempat ibadah, khususnya masjid yang akan digunakan untuk pelaksanaan salat Idulfitri serta lokasi kegiatan takbiran.

Sementara klaster terakhir adalah kawasan wisata yang biasanya mengalami lonjakan kunjungan masyarakat menjelang maupun setelah Hari Raya Idulfitri.

“Biasanya pra-Idulfitri banyak tempat wisata yang akan dikunjungi dan ini sudah kita siapkan pengamanannya, baik di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, maupun di luar Jawa,” kata Agus.