JAKARTA — Anggota Komisi V DPR Syafiuddin mengapresiasi penyelenggaraan arus mudik dan balik Lebaran 2026 yang berlangsung relatif lancar dan terkendali. Ia pun meminta pelayanan terhadap transportasi darat, laut dan udara untuk terus ditingkatkan.
“Kami mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang telah memastikan arus mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan dengan baik, aman, dan lancar," ujar Syafiuddin kepada wartawan, Senin, 30 Maret.
Syafiuddin menerangkan, berdasarkan data yang dihimpun, terjadi peningkatan volume kendaraan sekitar 4,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, pengelolaan lalu lintas dinilai cukup efektif sehingga tidak menimbulkan kemacetan yang berarti di sejumlah titik krusial.
Adapun puncak arus mudik tercatat terjadi pada 18 Maret 2026 (H-3), sementara puncak arus balik berlangsung pada 24, 28, dan 29 Maret 2026. Dalam periode tersebut, pemerintah bersama aparat terkait menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas seperti sistem one way dan contraflow, khususnya di ruas Tol Trans Jawa dan Jakarta–Cikampek, yang terbukti mampu mengurai kepadatan kendaraan.
Syafiuddin menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, serta seluruh instansi terkait yang telah bekerja keras dalam mengatur kelancaran arus mudik dan balik tahun ini.
"Ini menunjukkan koordinasi antar instansi yang semakin solid,” katanya.
BACA JUGA:
Kendati demikian, ia menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pelayanan pada masa mudik di tahun-tahun mendatang. Syafiuddin juga berharap berbagai inovasi dan kebijakan yang telah diterapkan tahun ini dapat menjadi dasar perbaikan berkelanjutan dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat momentum Lebaran.
“Pemerintah perlu terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan mudik Lebaran, termasuk aspek keselamatan. Harapannya, ke depan pengelolaan arus lalu lintas semakin optimal dan angka kecelakaan dapat terus ditekan,” katanya.
Sebelumnya, Polri mencatat sebanyak 2,5 juta kendaraan telah kembali ke Jakarta setelah arus mudik Lebaran 2026. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan masih ada ratusan ribu kendaraan yang belum kembali.
Berdasarkan data Jasa Marga, jumlah kendaraan keluar untuk mudik sebanyak 2.946.891. Angka itu naik 20,49 persen dibandingkan dengan pada 2025, yaitu sebanyak 2.894.164 kendaraan. Kendaraan yang telah memasuki Jakarta per Sabtu pagi, 28 Maret 2026, adalah sekitar 2.561.629 unit