Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meminta pekerjaan preservasi atau perbaikan ruas-ruas tol dihentikan sementara mulai hari ini, 11 Maret 2026 hingga 1 April mendatang. Hal tersebut perlu dilakukan guna mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Hal itu disampaikan Menteri PU Dody Hanggodo dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi V DPR RI Membahas Kesiapan Infrastruktur dan Layanan Transportasi Menjelang Mudik Lebaran 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 11 Maret.

"Agar arus mudik dan arus balik Lebaran berjalan lancar, maka untuk sementara seluruh pekerjaan konstruksi, preservasi dan perbaikan jalan tol lainnya akan dihentikan mulai 11 Maret 2026 sampai denga. 1 April 2026," ujar Dody.

Akan tetapi, Dody bilang, untuk pekerjaan perbaikan jalan tol yang bersifat darurat masih akan dilakukan hingga Jumat, 13 Maret mendatang. Misalnya seperti perbaikan di ruas Jalan Tol Tangerang–Merak yang sampai saat ini masih dilakukan.

"Kecuali bersifat darurat seperti ruas jalan dari Jakarta ke Merak, kami mohon izin masih akan melakukan pekerjaan hingga 13 Maret 2026," katanya.

Dody tak menampik, masih ada beberapa ruas jalan tol yang masih dilakukan perbaikan hingga saat ini.

Lubang-lubang atau kerusakan di ruas tol itu baru muncul imbas intensitas hujan cukup tinggi akhir-akhir ini.

"Ada beberapa ruas jalan tol masih dilaksanakan pekerjaan perbaikan atau patching bersifat darurat yang merupakan tindak lanjut penanganan terhadap lubang-lubang baru akibat curah hujan tinggi akhir-akhir ini," ucap dia.

Hingga saat ini, kata Dody, masih ada pekerjaan perbaikan di 25 ruas jalan tol.

Dia menargetkan, pekerjaan perbaikan itu dapat rampung dalam waktu dekat ini.

"Pekerjaan perbaikan itu terdapat pada 25 ruas jalan tol dan ditargetkan selesai paling lambat seluruhnya adalah di 13 Maret 2026," terang Dody.

Untuk memastikan kelancaran arus mudik Lebaran, Kementerian PU pun menerapkan strategi dan kebijakan, yakni memastikan terpenuhinya Standar Pelayanan Minimal (SPM), meningkatkan pelayanan jalan tol, memfungsionalkan tambahan beberapa ruas tol tanpa tarif hingga berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait.

Sementara guna mengantisipasi penumpukan kendaraan menuju pelabuhan Merak dan Bakauheni, Kementerian PU berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyiapkan buffer zone di sejumlah rest area tol, seperti ruas Tol Tangerang–Merak dan ruas Bakauheni–Terbanggi Besar.

"Kebijakan ini bertujuan untuk mengurai antrean kendaraan menuju pelabuhan serta menjaga kelancaran lalu lintas di jalan tol," jelasnya.