Bagikan:

JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) memproyeksikan, sebanyak 3,6 juta kendaraan akan meninggalkan wilayah Jabodetabek pada periode libur Lebaran 2026. Angka tersebut diperkirakan seiring dengan panjangnya masa libur Lebaran tahun ini.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono mengatakan, proyeksi tersebut didasarkan pada data historis lalu lintas yang dimiliki perseroan.

"Di Lebaran 2026 ini, dari data yang kami miliki, kami akan memperkirakan sesuai dengan waktunya liburan akan mencapai 3,6 juta kendaraan," ujar Rivan dalam konferensi pers Mobile Apps Travoy di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin, 9 Februari.

Dari total kendaraan keluar Jabodetabek tersebut, sekitar 50 persen diproyeksikan bergerak ke arah timur, 28 persen ke arah barat atau Merak serta 20,7 persen menuju arah selatan melalui Ciawi.

Menurut Rivan, arus ke arah timur menjadi perhatian utama karena sebagian besar kendaraan akan menuju ruas Tol Trans Jawa. Dari 50,4 persen kendaraan yang ke arah timur, sekitar 57 persen diperkirakan menuju Trans Jawa, sementara 42 persen lainnya ke arah Bandung.

Proyeksi tersebut, lanjut Rivan, disusun berdasarkan pengalaman pengelolaan lalu lintas pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebelumnya. Rivan menilai, tingkat akurasi perhitungan lalu lintas Jasa Marga pada Nataru 2025 mencapai hampir 100 persen atau sekitar 90,9 persen.

Selain arus mudik, Jasa Marga juga memproyeksikan arus balik Lebaran 2026 akan mencapai sekitar 3,5 juta kendaraan. Pola pergerakan diperkirakan relatif sama, dengan perincian 50 persen kendaraan kembali dari arah timur, 28 persen dari arah barat dan sisanya dari arah Ciawi.

Namun, porsi kendaraan dari Trans Jawa diperkirakan sedikit berkurang menjadi sekitar 55 persen dikarenakan adanya kemungkinan penundaan waktu kepulangan.

"Ini adalah satu kegiatan terus disiapkan oleh kami dan seluruh direksi, yang secara lengkap mendukung terhadap persiapan Lebaran sekaligus siap memberikan pelayanan terbaik untuk seluruh pengguna jalan tol Jasa Marga," imbuh Rivan.