JAKARTA - Menteri HAM Natalius Pigai menyatakan kementeriannya akan menjalankan pendampingan dan pengawasan terhadap korban dugaan serangan terhadap aktivis KontraS.
Usai rapat kabinet di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, 13 Maret, Pigai juga mengatakan akan mengecek lebih dulu lokasi korban sebelum menjenguk.
“Kalau untuk pendampingan pengawasan sudah pasti kita jalankan,” kata Pigai.
Pernyataan itu disampaikan saat Pigai dimintai tanggapan soal dugaan penyiraman air keras terhadap seorang aktivis. Ia mengatakan akan mencari lebih dulu informasi mengenai keberadaan korban.
“Coba nanti kami cari ya. Kami cari nanti. Kalau memang sudah ada di rumah sakit kami cek,” ujarnya.
BACA JUGA:
Saat ditanya apakah akan menjenguk korban, Pigai menjawab tidak ada alasan untuk tidak melakukannya. Namun ia menegaskan perlu memastikan lebih dulu apakah korban masih dirawat di rumah sakit atau sudah pulang ke rumah.
“Harus dong. Kenapa tidak boleh. Tapi saya cek dulu alamatnya ya, dipastikan di mana, ternyata sudah pulang ke rumah atau ke tempat lain,” katanya.
Di luar soal pendampingan, Pigai juga meminta penegak hukum menuntaskan perkara itu. Menurutnya, korban dan keluarganya harus mendapat kepastian bahwa hukum bekerja ketika kekerasan menimpa warga, termasuk aktivis masyarakat sipil.