JAKARTA – Kartini Fest 2026 mulai disiapkan sebagai agenda budaya besar di Jepara, Jawa Tengah. Dalam pertemuan dengan panitia di Kantor Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, Rabu, 11 Maret, Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberi dukungan pada rencana penyelenggaraan acara yang akan digelar 22 April 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Kartini.
Ketua Panitia Kartini Fest 2026, Rully Syahputra, mengatakan acara itu dirancang untuk mengangkat peran perempuan sekaligus menggerakkan budaya dan ekonomi kreatif daerah. Tema yang diusung adalah “Perempuan Berdaya, Berkarya, dan Berbudaya.”
Rangkaian acaranya mencakup simposium nasional, Kartini Expo yang melibatkan pelaku UMKM, serta Cultural Night berupa pagelaran seni dan budaya. Sekitar 20 sanggar seni di Jepara direncanakan terlibat. Panitia menargetkan sekitar 1.000 peserta, dengan 700 peserta mengikuti simposium, sementara agenda lain terbuka untuk masyarakat luas.
Panitia juga menyiapkan kegiatan budaya di Museum Kartini, Jepara. Langkah ini diarahkan untuk mengenalkan kembali sejarah perjuangan R.A. Kartini kepada generasi muda, bukan hanya lewat peringatan tahunan, tetapi melalui pengalaman budaya yang lebih dekat dan hidup.
BACA JUGA:
Menanggapi paparan itu, Fadli Zon menyatakan apresiasinya. Ia menilai Kartini Fest 2026 bisa memperkuat pemaknaan atas warisan pemikiran Kartini sekaligus mendorong keterlibatan publik dalam kegiatan kebudayaan.
Ia juga mendorong agar momentum ini dipakai untuk meningkatkan kunjungan ke Museum Kartini lewat promosi yang lebih kreatif dan lebih dekat dengan generasi muda.
Kartini Fest 2026 memang disiapkan bukan hanya sebagai perayaan, tetapi juga ruang ekspresi bagi komunitas seni dan budaya lokal. Dari forum gagasan hingga panggung budaya, agenda ini diarahkan menjadi tempat peran perempuan, pelaku seni, dan masyarakat bertemu dalam satu perayaan.