Bagikan:

JAKARTA - Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (KSAL) Muhammad Ali memerintahkan seluruh jajarannya memperketat pengamanan jalur laut menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi aksi penyelundupan barang ilegal yang kerap meningkat saat momentum mudik dan arus balik.

“Biasanya mereka melakukan penyelundupan ini di hari-hari besar untuk mengecoh aparat. Tapi kita akan tetap siagakan operasi pengamanan perbatasan,” ujar Muhammad Ali saat jumpa pers di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Jakarta Utara, Antara, Rabu, 11 Maret.

Ali menjelaskan, pengamanan akan diperketat di berbagai jalur laut, baik jalur utama maupun jalur-jalur kecil yang kerap dimanfaatkan sebagai rute penyelundupan.

Selain itu, TNI AL juga meningkatkan intensitas pengamanan untuk memastikan jalur laut yang digunakan para pemudik tetap aman dan kondusif selama periode Lebaran.

Meski demikian, Ali belum merinci jumlah personel maupun kapal perang yang akan dikerahkan selama operasi pengamanan pada bulan Ramadhan tersebut.

Ia juga tidak mengungkap secara detail wilayah perairan mana saja yang akan menjadi fokus penjagaan.

Sebelumnya, Komandan Komando Daerah Angkatan Laut III (Dankodaeral III) Uki Prasetia menyatakan pihaknya akan memperkuat pengamanan wilayah laut Jakarta.

Penguatan pengamanan itu dilakukan sebagai tindak lanjut Perintah Siaga 1 dari Panglima TNI yang disampaikan melalui telegram beberapa waktu lalu.

“Eskalasi di laut jelas akan dilaksanakan penebalan pengamanan pada tempat-tempat tertentu, sektor tertentu yang sudah kita prioritaskan, yaitu objek vital nasional,” kata Uki saat ditemui di Markas Kodaeral III, Jakarta Utara, Senin (9/3).

Uki menjelaskan, peningkatan pengamanan tersebut tidak hanya untuk mengantisipasi dampak konflik di Timur Tengah, tetapi juga guna menjaga kelancaran lalu lintas kapal penumpang selama arus mudik Lebaran.

Namun, ia juga belum merinci jumlah kapal maupun personel yang akan dikerahkan untuk mengamankan wilayah perairan Jakarta selama periode tersebut.