JAKARTA - Amerika Serikat mengatakan mereka sedang "menyelidiki" serangan udara terhadap sekolah dasar putri di Iran selatan yang menurut otoritas Iran menewaskan 168 siswi, sementara Israel membantah keterlibatannya dalam serangan tersebut.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan kepada wartawan, Washington sedang "menyelidiki" insiden tersebut.
"Yang bisa saya katakan adalah kami sedang menyelidikinya," kata Menhan Hegseth ketika ditanya tentang pemboman Sekolah Putri Shajareh Tayyebeh di Kota Minab, Iran melansir Anadolu (5/3)
Kepala Pentagon menambahkan, militer Negeri Paman Sam "tidak pernah menargetkan situs sipil."
Sementara itu, Israel membantah keterlibatannya dalam serangan mematikan tersebut.
Juru bicara militer Nadav Shoshani mengatakan kepada penyiar publik AS NPR pada Hari Senin, tentara Israel tidak mengetahui adanya operasi di daerah tersebut.
"Saat ini kami tidak mengetahui adanya operasi IDF (tentara) di daerah itu," kata Shoshani.
"Saya tidak tahu siapa yang bertanggung jawab atas pemboman itu," tambahnya.
Sebelumnya, para pejabat Iran mengatakan sekolah itu terkena serangan pada Sabtu pekan lalu, hari di mana AS dan Israel memulai serangan terhadap Negeri Para Mullah.
Gubernur Minab Mohammad Radmehr mengatakan serangan itu langsung menghantam sekolah saat kelas sedang berlangsung, menewaskan anak perempuan berusia antara 7 dan 12 tahun. Bangunan itu sebagian besar hancur, dan sebagian atap betonnya runtuh menimpa ruang kelas.
BACA JUGA:
Para pejabat Iran mengatakan 168 orang tewas dan setidaknya 95 orang terluka dalam serangan itu.
Iran menuduh AS dan Israel melakukan serangan itu, sementara militer Israel mengatakan tidak mengetahui adanya serangan Israel atau AS di daerah tersebut.