JAKARTA - Iran menggelar upacara pemakaman massal untuk 165 orang jenazah korban tewas hari ini setelah serangan udara Israel-Amerika Serikat (AS) membom sekolah dasar (SD) putri di Minab, Iran, pada Sabtu 28 Februari.
Israel-AS membom bangunan SD putri di hari pertama serangannya ke Iran pascaperundingan nulir Jenewa yang akan memasuki putaran keempat disebut Oman selaku negosiator berjalan lancar.
Pantauan dari televisi Pemerintah Iran dikutip dari Al Jazeera, Selasa 3 Februari, pemakaman massal ini dihadiri ribuan orang yang lebih dahulu memenuhi alun-alun publik.
Dari panggung di lokasi jalannya pemakaman, seorang ibu siswi SD bernama Atena yang merupakan salah satu korban tewas mengutuk serangan Israel-AS menargetkan bangunan sekolah.
Ibu itu juga mengangkat potret anaknya yang dicetak dalam poster dan menyebutnya sebagai “dokumen kejahatan Amerika”.
Sementara kerumunan massa yang ikut dalam prosesi pemakanan ini meneriakkan “Matilah Amerika,” “Matilah Israel,” dan “Jangan Menyerah.”
BACA JUGA:
The Guardian melaporkan pada Minggu 1 Maret bahwa jumlah korban tewas akibat serangan rudal Israel-AS terhadap sebuah sekolah putri di Minab, Iran selatan, telah meningkat menjadi 165 orang.
Video dan foto-foto pascakejadian, yang telah diverifikasi keasliannya dan dilokasikan secara geografis ke lokasi tersebut, menunjukkan ratusan orang berkumpul di sekitar bangunan yang sebagian runtuh dan berasap, dengan puing-puing berserakan di jalan dan orang-orang menggali di dalamnya untuk mencari korban. Teriakan terdengar di latar belakang. Dalam beberapa gambar, tas sekolah dan buku pelajaran ditarik dari reruntuhan.
Juru bicara Komando Pusat AS, Kapten Tim Hawkins, mengatakan AS “menyadari laporan mengenai korban sipil akibat operasi militer yang sedang berlangsung. Kami menanggapi laporan ini dengan serius dan sedang menyelidikinya”.