Bagikan:

JAKARTA - Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan dalam wawancara yang ditayangkan Minggu Amerika Serikat masih menyelidiki serangan terhadap sebuah sekolah di Iran yang menewaskan sedikitnya 168 anak.

"Kami masih menyelidiki, dan hanya itu yang akan saya sampaikan hari ini. Tetapi yang ingin saya tekankan kepada Anda dan dunia adalah bahwa tidak seperti musuh kami, Iran, kami tidak pernah menargetkan warga sipil," kata Menhan Hegseth kepada "60 Minutes" CBS, melansir CNN (9/3).

Dalam wawancara yang dilakukan pada Hari Jumat itu Menhan Hegseth tidak menampik laporan yang menunjukkan bahwa AS kemungkinan bertanggung jawab, dengan mengatakan, "Saya sudah mengatakan bahwa kami sedang menyelidiki."

Namun, satu hari setelah wawancara dilakukan, Presiden Donald Trump mengatakan kepada wartawan, Ia percaya Iran bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Menhan Hegseth, yang berdiri di sebelah Presiden Trump di Air Force One selama komentar tersebut, mempertahankan tanggapannya bahwa Amerika Serikat masih menyelidiki.

Tetapi Kepala Pentagon menambahkan, "Satu-satunya pihak yang menargetkan warga sipil adalah Iran."

Diberitakan sebelumnya, pejabat Iran mengatakan Sekolah Putri Shajareh Tayyebeh di Kota Minab, Iran, dikutip dari Anadolu.

Gubernur Minab Mohammad Radmehr mengatakan serangan itu langsung menghantam sekolah saat kelas sedang berlangsung, menewaskan anak perempuan berusia antara 7 dan 12 tahun. Bangunan itu sebagian besar hancur, dan sebagian atap betonnya runtuh menimpa ruang kelas.

Para pejabat Iran mengatakan 168 orang tewas dan setidaknya 95 orang terluka dalam serangan itu.

Iran menuduh AS dan Israel melakukan serangan itu, sementara militer Israel mengatakan tidak mengetahui adanya serangan Israel atau AS di daerah tersebut.

Israel membantah keterlibatannya dalam serangan mematikan tersebut. Juru bicara militer Nadav Shoshani mengatakan kepada penyiar publik AS NPR pada Hari Senin, tentara Israel tidak mengetahui adanya operasi di daerah tersebut.

"Saat ini kami tidak mengetahui adanya operasi IDF (tentara) di daerah itu," kata Shoshani.

"Saya tidak tahu siapa yang bertanggung jawab atas pemboman itu," tambahnya.