JAKARTA - Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi pada Hari Minggu mengatakan, rakyat Iran yang akan memilih Pemimpin Tertinggi baru pengganti mendiang Ayatollah Ali Khamenei, bukan Donald Trump, menuntut agar Presiden Amerika Serikat meminta maaf karena memulai perang dengan Iran.
"Kami tidak mengizinkan siapa pun untuk ikut campur dalam urusan dalam negeri kami. Ini terserah rakyat Iran untuk memilih pemimpin baru mereka," kata Menlu Araghchi "Meet the Press" NBC seperti melansir Al Arabiya dari AFP (9/3).
Sebelumnya, Presiden Trump menegaskan Ia harus memiliki peran dalam memilih Pemimpin Tertinggi Iran berikutnya setelah Ali Khamenei meninggal dalam serangan awal AS-Israel yang dimulai pada 28 Februari.
Ia juga menolak kemungkinan putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, menggantikan ayahnya.
Menlu Araghchi tidak mau berkomentar tentang siapa penggantinya. Media Pemerintah Iran melaporkan pada Hari Minggu, badan ulama yang bertanggung jawab untuk melakukan itu telah melakukan pemungutan suara dan sebuah nama akan segera diumumkan. Beberapa ulama memperkirakan Mojtaba akan dipilih.
"Kita harus menunggu Majelis Pakar berkumpul dan memilih pemimpin tertinggi baru, dan orang yang dipilih oleh mereka," katanya kepada NBC.
Dalam kesempatan yang sama Menlu Araghchi juga mengatakan Presiden Trump "harus meminta maaf kepada masyarakat di kawasan ini dan rakyat Iran atas pembunuhan dan kehancuran yang telah mereka lakukan terhadap kita."
BACA JUGA:
Ia membela serangan Iran yang telah menghantam negara-negara tetangga di Teluk selama perang, dengan mengatakan bahwa serangan tersebut ditujukan pada pangkalan-pangkalan AS di kawasan itu karena rudal Iran tidak dapat mencapai Amerika Serikat.
"Amerika-lah yang memulai perang ini melawan kita, menyerang kita, dan kita membela diri. Jadi jelas bahwa rudal kita tidak dapat mencapai wilayah AS," jelasnya.
"Yang dapat kita lakukan adalah menyerang pangkalan-pangkalan Amerika dan instalasi-instalasi Amerika di sekitar kita, yang sayangnya berada di wilayah negara-negara tetangga kita," tandas Menlu Araghchi.