JAKARTA - Pasukan militer Amerika Serikat berhasil menghancurkan pos-pos komando Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) serta lokasi pertahanan udara dan peluncuran rudal Iran, dalam perang Timur Tengah yang meletus akhir pekan lalu, kata Komando Pusat AS (US CENTCOM) pada Hari Selasa.
"Pasukan AS telah menghancurkan fasilitas komando dan kendali Korps Garda Revolusi Islam, kemampuan pertahanan udara Iran, lokasi peluncuran rudal dan drone, dan lapangan terbang militer selama operasi berkelanjutan," kata US CENTCOM dalam sebuah unggahan di media sosial X, melansir Al Arabiya (3/3).
Diketahui, AS dan Iran menggelar "Operation Epic Furry" versi Washington atau "Operation Roaring Lion" versi Tel Aviv pada Hari Sabtu, dikutip dari ABC.
Serangan itu menyebabkan ratusan korban tewas di Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat senior Tehran.
U.S. forces have destroyed Islamic Revolutionary Guard Corps command and control facilities, Iranian air defense capabilities, missile and drone launch sites, and military airfields during sustained operations. We will continue to take decisive action against imminent threats… pic.twitter.com/0aHEyVHf5e
— U.S. Central Command (@CENTCOM) March 3, 2026
Masyarakat Bulan Sabit Merah Iran mengatakan bahwa setidaknya 555 orang telah tewas di seluruh Iran. Namun, dalam pembaruan terbarunya, kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Norwegia, Hengaw, mengatakan jumlah korban jiwa pada hari ketiga telah mencapai setidaknya 1.500, termasuk 200 warga sipil dan 1.300 anggota pasukan Iran, seperti dikutip dari The Guardian.
Hengaw mengatakan pihaknya prihatin dengan meningkatnya jumlah kematian warga sipil, dengan jumlah korban jiwa sipil tertinggi tercatat di Provinsi Hormozgan di Iran selatan, setelah serangan rudal terhadap sekolah dasar putri di Minab pada akhir pekan, yang dilaporkan menewaskan lebih dari 150 orang, termasuk anak-anak.
Iran telah menembakkan rudal ke Israel, ke pangkalan AS di sekitar wilayah tersebut dan juga ke target di negara-negara Arab regional – Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab – sesuatu yang disebut Presiden Trump sebagai "kejutan terbesar."
BACA JUGA:
Dikutip dari CBS News, militer AS pada Hari Senin mengatakan korban tewas tentara mereka dalam konflik terbaru dengan Iran telah mencapai enam orang.