JAKARTA - Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mendorong kurikulum PAUD dan TK berbasis kebudayaan yang menanamkan nilai-nilai islami sejak dini. Dorongan itu disampaikan saat dialog dengan Pimpinan Pusat Badan Koordinasi Taman Kanak-Kanak Islam–Dewan Masjid Indonesia (PP BKTKI-DMI) di Gedung E Kemenbud, Senayan, Jakarta, Senin, 23 Februari.
Fadli menilai pendidikan usia dini tak bisa dipisahkan dari kebudayaan. Ia menekankan tradisi mendongeng sebagai pintu masuk yang murah, dekat dengan keluarga, dan relevan untuk membentuk karakter anak.
“Memupuk kesadaran budaya harus dari usia dini agar dapat membentuk karakter generasi emas yang tangguh. Salah satu caranya adalah penanaman nilai-nilai budaya, nilai islami dan nilai karakter melalui dongeng,” kata Fadli. Ia menyebut cerita yang dituturkan orang tua sejak lama mengajarkan integritas dan akhlakul karimah.
BACA JUGA:
Selain materi kelas, Fadli juga mendorong anak-anak PAUD lebih sering mengenal museum dan cagar budaya. Menurut dia, kunjungan rutin bukan sekadar rekreasi, tetapi cara melatih kedekatan anak dengan sejarah dan identitas. “Kita juga ingin anak-anak usia dini itu mulai mencintai museum,” ujarnya, mencontohkan Museum Nasional Indonesia untuk anak di Jakarta dan museum provinsi bagi daerah.
Ketua Umum PP BKTKI-DMI Dr. Chandra Wati menyambut rencana kerja sama itu. “Anak usia dini adalah fondasi dari generasi penerus… pembelajaran dari sisi kebudayaan harus melekat pada anak usia dini,” katanya.
Dalam penjajakan program, kedua pihak membahas digitalisasi konten budaya islami nusantara, pelatihan guru TK, gerakan permainan tradisional islami, festival, hingga riset dan pengembangan kurikulum PAUD berbasis budaya masjid.