MANADO - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan renovasi Museum Provinsi Sulawesi Utara harus melompat menuju standar museum internasional. Saat meninjau proses revitalisasi di Manado, Rabu (26/11), Fadli menyebut desain baru museum sudah bergerak ke arah modern dan mulai mengintegrasikan teknologi imersif atau teknologi digital interaktif yang membuat pameran terasa lebih hidup.
Menurut Fadli, transformasi museum kini bukan pilihan, tetapi keharusan. Ia menekankan arahan Presiden Prabowo Subianto bahwa museum tidak boleh lagi sekadar menjadi ruang penyimpanan artefak. “Museum bukan sekadar tempat menyimpan artefak, tetapi ruang pendidikan, ruang kreativitas, dan bagian penting dari ekonomi budaya,” ujarnya.
Fadli menggarisbawahi pentingnya mempelajari praktik terbaik museum dunia seperti Louvre, MoMA, Smithsonian, dan British Museum. Ia menuturkan, museum kelas dunia mampu menarik jutaan pengunjung dan memperoleh pendapatan besar bukan hanya dari tiket, tetapi juga dari merchandise, kafe, restoran, hingga UMKM. Standar global menunjukkan sekitar 50 persen pendapatan museum berasal dari merchandise.
Ia menekankan penguatan kurasi naratif, kehadiran edukator yang mampu melakukan storytelling, serta peran koleksi dan ekspresi budaya lokal sebagai pilar utama museum modern. Pemerintah, kata Fadli, mendukung revitalisasi museum melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Ia juga mengajak komunitas kebudayaan Sulut memanfaatkan Dana Indonesiana, program pendanaan yang tahun ini mendukung lebih dari 2.800 komunitas dan individu di berbagai sektor budaya.
BACA JUGA:
Kunjungan ke Museum Provinsi Sulawesi Utara ini juga dihadiri Gubernur Sulut Yulius Selvanus; EVP Government Corporate Business PT Pos Indonesia, Hendra Sari; Asisten Administrasi Umum Sekda Sulut, Franciscus Manumpil; Kepala Dinas Kebudayaan Sulut, Yanni Lukas; Plt Kepala Dinas Perpustakaan Sulut, Theresia Tendean Sompie. Dari Kementerian hadir Staf Khusus Rachmanda Primayuda, Direktur Sejarah dan Permuseuman Agus Mulyana, dan Kepala BPK Wilayah XVII Sri Sugiharta.
Menutup kunjungan, Fadli menyampaikan optimismenya bahwa Museum Sulut akan menjadi ikon budaya baru. “Saya sangat percaya museum ini berpotensi menjadi salah satu museum provinsi terbaik di Indonesia. Ini adalah kebanggaan kita bersama, aset budaya yang harus terus dirawat dan dihidupkan,” ujarnya.