Bagikan:

JAKARTA - Harga cabai di Jakarta terpantau mulai turun di hari kelima bulan Ramadan 2026. Dalam laman infopangan.jakarta.go.id, tercatat harga cabai merah keriting turun menjadi Rp57 ribu per kilogram. Sementara, pada beberapa hari lalu, harganya mencapai Rp90 ribu per kilogram.

Lalu, cabai merah besar turun menjadi Rp56 ribu per kilogram, dan cabai rawit hijau turun menjadi Rp65 ribu per kilogram. Namun, pada komoditas cabai rawit merah, harga masih meroket dengan harga yang naik Rp1.606 dari hari kemarin menjadi Rp117 ribu pada hari ini.

Penurunan harga cabai merah keriting, cabai merah besar, dan cabai rawit hijau juga dikonfirmasi oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Pramono mengaku turunnya harga cabai terjadi sebelum Pemprov DKI melakukan intervensi lebih jauh.

"Cabai, belum diintervensi aja, harganya sudah turun," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin, 23 Februari.

Pramono mengaku, kenaikan harga cabai jelang Ramadan dan perayaan Tahun Baru Imlek menjadi perhatian Pemprov DKI. Ia meminta BUMD pengelola pasar untuk memantau laju pergerakan harga dan menyiapkan skema intervensi.

"Saya sudah meminta kepada Pasar Jaya untuk memonitor, sebenarnya tiga yang dimonitor. Yang pertama adalah harga beras, kemudian cabai, yang ketiga daging. Karena ini biasanya komponen yang secara langsung akan berpengaruh terhadap inflasi," tutur Pramono.

Setelah harga cabai mulai turun, Pramono mengaku akan memantau pengiriman sapi dari luar Jakarta sebelum tingkat kebutuhannya meningkat jelang Hari Raya Iduladha, serta kesiapan stok hingga akhir tahun ini.

"Saya ingin tahu stoknya karena untuk mengontrol itu kan memang harus dilihat secara keseluruhan. Tetapi sampai dengan per hari ini, hari kelima ini Ramadan ini, alhamdulillah harga-harga masih terjaga dengan baik," jelasnya.

Sebelumnya, Pramono mengakui, kenaikan harga cabai keriting beberapa waktu lalu terjadi karena pasokan dari daerah sentra produksi menurun. Lalu suplai dari Jawa maupun Sulawesi Selatan berkurang akibat tingginya curah hujan.

"Suplai yang dari Jawa maupun Sulawesi Selatan itu kuantitasnya mengalami penurunan karena hujan. Jadi curah hujan ini menyebabkan penurunan tetapi dengan sekarang ini curah hujan mulai turun," jelas dia.

Lonjakan harga cabai menjadi salah satu komoditas yang harus ditangani karena berpengaruh terhadap inflasi, terutama menjelang momentum Ramadan dan Idulfitri ketika permintaan cenderung meningkat.

Pemprov DKI menyiapkan langkah intervensi untuk menahan lonjakan harga menjelang Ramadan dan Idulfitri. Menurut dia, dengan kondisi cuaca yang mulai membaik dan langkah intervensi pemerintah, harga akan segera terkendali.

Skema intervensi dilakukan dengan pembelian cabai oleh pemerintah untuk kemudian disalurkan kepada pedagang dengan margin keuntungan tertentu agar harga tetap terkontrol.

"Kami akan membeli cabai kemudian menjual kepada pengecer atau pedagang memberikan keuntungan Rp 5 ribu supaya harganya terkontrol karena saya yakin dengan cara seperti ini inflasi di Jakarta pasti akan bisa kita kontrol. Ini sudah kita lakukan untuk itu," ungkap Pramono, beberapa waktu lalu.