JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menjamin pemerintah Indonesia akan terus menjaga iklim investasi tetap kondusif di hadapan para pengusaha Amerika Serikat yang tergabung dalam US Chamber of Commerce, US-ASEAN Business Council, dan US-Indonesia Society.
Dalam pidatonya dikutip Antara pada ajang Business Summit di Gedung US Chamber of Commerce, Washington DC, Rabu 18 Februari sore waktu setempat, Prabowo menegaskan stabilitas ekonomi dan politik Indonesia menjadi fondasi utama bagi kepastian berusaha. Ia menekankan bahwa kepastian hukum, pemberantasan korupsi, serta komitmen melawan praktik kartel merupakan prioritas pemerintahannya.
“Tidak ada satu pun yang akan berinvestasi di situasi atau di iklim yang serba tidak pasti, tidak stabil, atau bahkan kacau balau. Kami cukup beruntung karena Indonesia cukup stabil dalam jangka waktu yang panjang, situasinya cukup damai. Kami pun melanjutkan kebijakan politik luar negeri bebas aktif, menghormati seluruh negara adidaya,” ujar Prabowo.
Ia juga menyampaikan prinsip yang menjadi pegangan dalam kebijakan luar negeri dan dalam negeri, yakni “1.000 kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak”. Menurutnya, prinsip tersebut mencerminkan pendekatan kolaboratif Indonesia dalam membangun hubungan internasional maupun menjaga stabilitas domestik.
“Kompetisi harus ada, tetapi kolaborasi dan kerja sama untuk kepentingan lebih banyak orang perlu diutamakan. Negara dengan level perkembangan seperti Indonesia harus mengutamakan kompromi dan kerja sama antarelite,” katanya.
Selain stabilitas politik, Presiden menegaskan pentingnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan disiplin fiskal dalam mengelola keuangan negara. Ia menyebutkan bahwa realisasi investasi asing yang masuk ke Indonesia tahun lalu mencapai 53 miliar dolar AS.
“Menurut saya, ini mencerminkan kepercayaan yang konkret terhadap perekonomian kami, potensi pertumbuhannya, dan stabilitas politik yang sejalan dengan kebijakan kami saat ini,” ujar Prabowo.
BACA JUGA:
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga memperkenalkan Badan Pengelola Investasi Danantara sebagai sovereign wealth fund Indonesia, serta memaparkan berbagai peluang investasi di sektor strategis. Ia turut menyinggung sejumlah capaian pemerintah dalam setahun terakhir, termasuk program Makan Bergizi Gratis dan digitalisasi pendidikan melalui distribusi papan tulis pintar ke sekolah-sekolah.
Melalui forum tersebut, pemerintah berharap hubungan dagang dan investasi Indonesia–Amerika Serikat semakin erat dan mampu memberikan manfaat timbal balik bagi kedua negara.