Bagikan:

JAKARTA - Dokter spesialis kedokteran olahraga Risky Dwi Rahayu menyampaikan beberapa kiat untuk menjaga kebugaran tubuh saat berpuasa bagi orang-orang berusia 30-an tahun.

Dalam acara temu media via daring pada Rabu,dr. Risky Dwi Rahayu, M.Gizi, Sp. K.O menyampaikan bahwa meluangkan waktu untuk tidur siang singkat di sela aktivitas bisa membantu mencegah tubuh terasa lemas.

Lulusan Universitas Indonesia itu mengatakan, tidur siang singkat bisa mengisi kekurangan waktu tidur karena harus bangun lebih awal untuk sahur dan memberi tubuh kesempatan untuk beristirahat sebentar.

Selain tidur siang singkat, dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah-Bintaro Jaya itu mengatakan, olahraga juga bisa membantu menjaga kebugaran tubuh.

Pilihan jenis olahraga semasa berpuasa, menurut dia, sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dankondisi fisik masing-masing individu.

Dokter Riskymencontohkan,latihan aerobik bisa dilakukan untuk menjaga dan memperbaiki fungsi jantung dan paru-paru.

"Latihan aerobik itu bagusnya kita lakukan 150 menit per minggu, dengan catatan intensitasnya sedang. Itu tidak perlu dilakukan dalam satu waktu, boleh dibagi jadi tiga sampai lima kali seminggu," katanya seperti dilansir Antara.

Mereka yang ingin menguatkan otot dan tulang, menurut dokter Risky, dapat melakukan latihan beban dua sampai tiga kali dalam seminggu.

"Minimal pengulangan itu delapan kali, kemudian untuk set-nya itu dua kali dan boleh dinaikkan sesuai kemampuan," katanya.

"Kalau pakaicalisthenicataudumbbellatau barbel, itu juga boleh, atau mesin yang ada digym," ia menambahkan.

Dia mengingatkan pentingnya melaksanakan pendinginan setelah berolahraga.

Ia menganjurkan mereka yang ingin berolahraga selama berpuasa mengatur asupankarbohidrat dan protein untuk memenuhi kebutuhan energi dan pembentukan massa otot.

Kebutuhan nutrisi selama berpuasa bisa dipenuhi dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang pada saat sahur dan berbuka serta menikmati camilan di antara waktu berbuka dan sahur.