Bagikan:

JAKARTA - Kepala Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Volker Turk pada Hari Rabu menyuarakan kekhawatiran atas laporan lebih dari 50 warga sipil tewas dalam serangan pesawat tak berawak oleh pihak-pihak yang bertikai di Sudan selama dua hari pekan ini.

"Pembunuhan terbaru ini merupakan pengingat lain tentang konsekuensi yang menghancurkan bagi warga sipil akibat meningkatnya penggunaan perang pesawat tak berawak di Sudan," kata Turk, memperingatkan pola serangan berulang terhadap objek sipil, termasuk pasar, fasilitas kesehatan, dan sekolah, melansir Anadolu (19/2).

Menurut kantor hak asasi manusia PBB, setidaknya 57 warga sipil, termasuk 15 anak-anak, dilaporkan tewas antara 15 dan 16 Februari di empat negara bagian Sudan.

Pada 15 Februari, sebuah pesawat tak berawak yang diduga milik Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) menyerang pasar Al Safiya di Kordofan Utara, yang dilaporkan menewaskan 28 warga sipil dan melukai 13 lainnya.

Keesokan harinya, sebuah drone milik SAF diduga menghantam tempat penampungan pengungsi internal di Kordofan Barat, menewaskan 26 warga sipil, termasuk 15 anak-anak.

Drone Pasukan Pendukung Cepat (RSF) juga dilaporkan menyerang dua sekolah dasar di Kordofan Selatan dan Rumah Sakit Al-Mazmoun di Negara Bagian Sennar, menurut kantor tersebut.

"Serangan berkelanjutan oleh semua pihak terhadap objek sipil harus dihentikan," seru Turk, mendesak kedua belah pihak untuk terlibat dalam dialog menuju gencatan senjata dan menyerukan kepada negara-negara untuk menghentikan transfer senjata yang memicu konflik.