JAKARTA - China mengeksekusi 11 orang terlibat dalam jaringan penipuan daring “online scam” lintas negara, terutama yang berbasis di Asia Tenggara.
Mengutip Xianhua, sebanyak 11 orang itu dihukum mati pada hari ini Kamis 29 Januari berdasarkan sidang putusan pengadilan di Kota Wenzhou, China timur pada September 2025.
Selain terlibat penipuan online, para terpidana mati tersebut juga terkait dengan sejumlah kejahatan, termasuk “pembunuhan berencana, penganiayaan berencana, penahanan ilegal, penipuan, dan pendirian kasino.”
Eksekusi mati disebut bagian dari respons keras China terhadap pusat-pusat penipuan digital berskala besar yang makin menjamur belakangan.
Dalam beberapa tahun terakhir, China telah meningkatkan kerja sama dengan pemerintah banyak negara untuk menidak pusat-pusat penipuan digital. China juga mengadili ribuan warga negaranya yang telah dipulangkan dari bekerja di markas penipuan online.
Di Asia Tenggara, termasuk di wilayah perbatasan Myanmar-Thailand, bercokol markas penipuan online yang menjebak orang-orang di seluruh dunia lewat kedok "love scam" atau kisah cinta palsu, investasi bodong, hingga skema perjudian ilegal.
Awalnya korban target penipuan online itu penutur bahasa Mandarin, tetapi seiring waktu kelompok kriminal di balik pusat-pusat “online scam” tersebut memperluas operasinya ke berbagai bahasa.
Mereka yang melakukan penipuan di markas online scam tersebut biasanya warga negara asing korban perdagangan orang yang dipaksa bekerja.