Bagikan:

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri penandatanganan kesepakatan kerja sama pembangunan ekstensi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan Jakarta International Stadium (JIS) dengan kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pramono hadir bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.

Penandatanganan perjanjian dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) Iwan Takwim, serta Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon Napitupulu. Pembangunan JPO ini menjadi bagian dari kerja sama lintas sektor antara pemerintah daerah, BUMD, dan BUMN.

Pramono menargetkan pembangunan JPO dapat rampung pada Mei 2026 dan mulai dimanfaatkan masyarakat pada Juni mendatang.

"Pembangunan ini diharapkan akan selesai bulan Mei, sehingga dengan demikian bulan Juni kita bisa gunakan sebagai aktivitas secara menyeluruh," kata Pramono, Minggu, 25 Januari.

Menurut Pramono, pembangunan JPO tersebut merupakan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan konektivitas antarkawasan, khususnya antara JIS dan Ancol, yang selama ini terpisah oleh infrastruktur jalan dan rel.

"Sejak awal saya mengetahui rencana ini, saya langsung ingin menyambungkan kawasan JIS dengan Ancol. Tantangan terbesarnya justru ego sektoral. Padahal kalau dilihat di lapangan, persoalannya tidak terlalu sulit. Alhamdulillah, setelah berbicara dengan Ancol, BTN, dan Jakpro, akhirnya kita bisa bertemu dan merealisasikannya," ujarnya.

JPO tersebut memiliki panjang 466 meter dan secara resmi diberi nama JPO Bersama BTN. Pramono menyebut penamaan tersebut sebagai simbol kolaborasi antar pihak yang terlibat dalam pembangunan.

Pramono menilai keberadaan JPO akan memperkuat citra kawasan JIS–Ancol sebagai pusat kegiatan olahraga, hiburan, dan pariwisata di Jakarta Utara.

"Saya sungguh meyakini kawasan ini akan menjadi salah satu ikon Jakarta. Ke depan, kawasan ini tidak hanya menjadi pusat olahraga, tetapi juga ruang publik yang hidup dengan berbagai aktivitas, mulai dari olahraga, budaya, hingga konser-konser besar," jelasnya.

Selain menghubungkan dua kawasan strategis, JPO ini juga akan terintegrasi dengan pengembangan transportasi publik di sekitarnya. Pramono menyebut pembangunan Kereta Rel Listrik (KRL) di kawasan tersebut ditargetkan selesai pada April mendatang.

"Dengan tersambungnya transportasi KRL, Transjakarta, serta dukungan area parkir di Ancol, masyarakat akan semakin mudah mengakses JIS maupun Ancol. Ini akan sangat mendukung berbagai agenda besar Jakarta, termasuk perayaan 500 tahun Jakarta pada tahun depan," tambah Pramono.

Pramono mendorong agar kawasan JIS dan Ancol ke depan semakin aktif dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, mulai dari olahraga, rekreasi, hingga konser berskala internasional.

"Dari sisi transportasi dan aksesibilitas, kawasan ini sudah sangat menjanjikan. Ke depan, JIS dan Ancol harus benar-benar menjadi kawasan yang hidup dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," imbuhnya.