JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta akan membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan Jakarta International Stadium dengan kawasan wisata Ancol dalam waktu dekat.
Keberadaan JPO tersebut nantinya akan menjadi langkah strategis dalam transformasi Jakarta menuju kota global dengan menempatkan konektivitas, keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi telah melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) tersebut. Dirancang sebagai perpanjangan arsitektur JIS, JPO JIS–Ancol mengadopsi bahasa visual stadion secara utuh.
Eksterior bangunan JPO bertema kearifan lokal Betawi yang terinspirasi dari ikat kepala khas Betawi yang melambangkan persatuan, ornamen Gigi Balang sebagai simbol kejujuran dan keberanian, serta corak loreng macan yang merepresentasikan kekuatan.
Pendekatan ini memastikan harmoni visual kawasan sekaligus menegaskan identitas Jakarta sebagai kota global yang modern namun berakar pada nilai lokal.
"Desain JPO JIS–Ancol mengadopsi elemen visual utama stadion, menciptakan aliran ruang yang menyatu dari area JIS hingga pesisir Ancol," kata Dirut Jakpro, Iwan Takwin saat dikonfirmasi, Sabtu, 14 Februari 2026.
Pada malam hari, sambungnya, JPO akan dilengkapi sistem pencahayaan terintegrasi dengan skema lampu stadion, menghadirkan lanskap visual ikonik di utara Jakarta.
Sebagai BUMD yang mengemban penugasan strategis pembangunan kota, Jakpro memastikan JPO JIS–Ancol dirancang dan dibangun mengacu pada standar konektivitas kota global.
Prinsip integrasi antarmoda, walkability, keselamatan, kenyamanan, serta aksesibilitas universal menjadi landasan utama perencanaan.
Pendekatan ini sejalan dengan praktik terbaik kota-kota dunia yang menempatkan infrastruktur pejalan kaki sebagai elemen kunci sistem mobilitas perkotaan berkelanjutan, sekaligus memperkuat last-mile connectivity di kawasan strategis Jakarta Utara.
Secara fungsional, JPO ini berperan penting dalam mengelola arus besar pengunjung.
Sebagai stadion multipurpose yang menyelenggarakan konser internasional dan ajang olahraga bergengsi, JIS membutuhkan konektivitas yang aman dan efisien menuju kantong parkir serta destinasi wisata.
JPO JIS–Ancol menjawab kebutuhan tersebut dan memperkuat citra kawasan sebagai pusat olahraga dan hiburan terpadu dengan standar fasilitas setara kota-kota besar dunia.
BACA JUGA:
Konektivitas kawasan semakin optimal melalui integrasi transportasi publik—mulai dari KRL, Transjakarta, hingga dukungan area parkir di Ancol—yang memudahkan akses masyarakat dan wisatawan.
"Dengan konektivitas yang terintegrasi, pengunjung lokal maupun mancanegara dapat menikmati seamless experience saat menghadiri acara berskala besar di Jakarta, sekaligus mendukung berbagai agenda strategis kota," ujarnya.
Dengan panjang 466 meter, JPO JIS–Ancol diharapkan menjadi ikon baru Jakarta Utara dan memperkuat posisi kawasan JIS–Ancol sebagai pusat kegiatan olahraga, hiburan, dan pariwisata bertaraf internasional.