YOGYAKARTA - Ketika belajar tentang musik, tentunya kita harus memahami mengenai tangga nada terlebih dahulu. Ada beberapa jenis tangga nada, salah satunya adalah tangga nada diatonik mayor. Simak penjelasan dan ciri-ciri tangga nada diatonis mayor di bawah ini.
Dikutip dari buku yang berjudul Mandiri Belajar Tematik SD/MI Kelas 5 Semester 1, Nidaul Janah, (2021:57), tangga nada merupakan susunan berjenjang, contohnya do, re, mi, fa, sol, la, si, do. Tangga nada diatonis adalah tangga nada yang memiliki dua jarak tangga nada, yaitu satu (1) dan setengah (1/2).
Tangga nada diatonis dibagi menjadi dua, yaitu tangga nada diatonis mayor dan tangga nada diatonis minor. Tangga nada diatonis mayor adalah tangga nada diatonis yang memiliki susunan nada-nada dengan jarak 1-1-1/2-1-1-1-1/2.
Ciri-Ciri Tangga Nada Diatonik Mayor
Apa saja ciri-ciri tangga nada diatonis mayor? Salah satunya yaitu dengan diawali dan diakhiri dengan do.
Diawali dan Diakhiri dengan Do
Ciri pertama yang menjadi penanda dari tangga nada diatonis mayor adalah diawali dengan nada dasar do pada dot pertamanya. Selanjutnya diakhiri juga dengan nada dasar do tetapi mempunyai oktaf yang lebih tinggi dibandingkan nada dasar do yang digunakan pada awal tangga nada.
Sehingga meskipun awalan dan akhiran nada dasar pada tangga nada diatonis mayor ini memiliki nama yang sama, tetapi untuk oktafnya sendiri tidak sama dengan yang satu dan yang lainnya.
BACA JUGA:
Bersifat Ceria dan Menyenangkan
Ciri terakhir dari tangga nada diatonis mayor yaitu bersifat ceria serta menyenangkan. Kemungkinan besar lagu yang menggunakan tangga nada ini memberikan kesan yang ceria dan juga menyenangkan sehingga akan membuat para pendengarnya menjadi lebih bersemangat.
Memberi Kesan Berharga
Ciri berikutnya dari tangga nada diatonis mayor yaitu memberikan kesan yang berharga pada sebuah musik atau lagu. Tangga nada ini merupakan tangga nada yang sering dipakai pada lagu yang membawakan tema perjuangan.
Ada beberapa lagu perjuangan ataupun lagu nasional yang menggunakan jenis tangga nada diatonis mayor. Hal ini disebabkan karena tangga ada ini memiliki sifat penuh dengan semangat.
Contoh Tangga Nada Diatonis
Pada dasarnya dalam contoh tangga nada diatonis mayor C dan tangga nada diatonis minor A, merupakan tangga nada dengan nada yang sama, yaitu A, B, C, D, E, F, G. Namun, dimulai dari urutan yang berbeda dan mempunyai pola interval yang berbeda.
Dikutip dari Modul Repository Kemdikbud, contoh-contoh lagu yang di dalamnya menggunakan tangga nada diatonis mayor yaitu “Maju Tak Gentar”, “Indonesia Raya”, “Lihat Kebunku”, dan “Layang-Layang”.
Adapun contoh lagu yang menggunakan tangga nada diatonis minor yaitu “Tanah Airku”, “Ambilkan Bulan”, “Ibu Pertiwi”, dan “Kelinciku”.
Demikian ulasan mengenai tangga nada diatonik mayor. Semoga bermanfaat. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.