Bagikan:

JAKARTA - Korban tewas dan luka-luka akibat kecelakaan kereta cepat di Spanyol bertambah, sementara pemerintah mengatakan akan menyelidiki peristiwa yang terjadi di rel yang baru direnovasi tersebut.

Pihak berwenang Spanyol pada Hari Senin mengumumkan, sedikitnya 39 orang tewas dan 152 lainnya luka-luka setelah dua kereta cepat bertabrakan di dekat Kota Adamuz, Cordoba di selatan Spanyol, dikutip dari Anadolu (19/1).

Kecelakaan tersebut terjadi pada Minggu malam sekitar pukul 19.40 waktu setempat, ketika kereta yang berangkat dari Malaga ke Madrid tergelincir di dekat Adamuz, Cordoba, dan memasuki jalur kereta yang berdekatan.

Hal ini menyebabkan kereta kedua yang menuju selatan dari Madrid ke Huelva juga tergelincir.

Pihak berwenang regional mengatakan dua gerbong kereta Alvia jatuh ke jurang sedalam empat meter, sehingga mempersulit upaya penyelamatan, lapor El Pais.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Spanyol mengatakan lima dari korban luka masih dalam kondisi kritis, sedangkan 24 lainnya, termasuk empat anak di bawah umur, mengalami luka serius. Lebih dari 120 orang mengalami luka ringan hingga sedang.

Layanan darurat mengerahkan sumber daya skala besar ke lokasi kejadian, termasuk unit perawatan intensif bergerak, ambulans, kendaraan logistik, dan pos medis canggih yang didirikan di fasilitas kereta api ADIF untuk melakukan triase dan menstabilkan korban sebelum dipindahkan ke rumah sakit.

Unit Darurat Militer (UME) juga mengirimkan sekitar 40 personel dan 15 kendaraan untuk membantu operasi penyelamatan.

Sementara itu, Presiden regional Andalusia Juan Manuel Moreno yang mengunjungi lokasi kejadian menggambarkan insiden tersebut sebagai "hari yang sangat berat bagi Andalusia."

Ia mengatakan pihak berwenang akan memberikan angka yang lebih akurat setelah prosedur identifikasi selesai.

Sedangkan Menteri Transportasi Oscar Puente menyebut kecelakaan itu "sangat aneh", mencatat kecelakaan itu terjadi di bagian jalur lurus yang telah direnovasi pada Bulan Mei.

Ia mengatakan komisi independen akan menyelidiki apakah penyebabnya terkait dengan infrastruktur atau sarana perkeretaapian.

Imbas kecelakaan, lalu lintas kereta api antara Madrid dan beberapa Kota di Andalusia, termasuk Seville, Malaga, Cordobadan Huelva, juga ditangguhkan pada Hari Senin.

Operator kereta api Renfe mengatakan lebih dari 130 layanan dibatalkan dan menawarkan perubahan dan pengembalian dana gratis kepada penumpang yang terkena dampak.

ADIF (Administrador de Infraestructuras Ferroviarias), pengelola infrastruktur kereta api Spanyol, mendirikan saluran bantuan untuk membantu keluarga korban.

Diketahui, Spanyol memiliki jaringan kereta api berkecepatan tinggi terbesar di Eropa, dengan lebih dari 3.000 kilometer (1.800 mil) jalur khusus yang menghubungkan kota-kota besar termasuk Madrid, Barcelona, ​​Seville, Valencia dan Malaga.

Salah satu bencana kereta api paling mematikan di negara itu terjadi pada tahun 2013, ketika kereta api berkecepatan tinggi yang berangkat dari Madrid ke Galicia tergelincir, menewaskan 79 orang dan melukai 179 lainnya.