Bagikan:

JAKARTA - Sedikitnya 21 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka, saat kecelakaan kereta terjadi di Cordoba, Andalusia Spanyol, pada Hari Minggu, menurut otoritas setempat.

Badan perkeretaapian Spanyol, ADIF (Administrador de Infraestructuras Ferroviarias) dalam unggahan di media sosial mengumumkan kecelakaan terjadi ketika kereta berkecepatan tinggi dari Malaga tujuan Madrid tergelincir di dekat Adamuz, melintasi jalur lain dan menabrak kereta yang datang dari arah berlawanan, yang juga tergelincir.

Seorang juru bicara polisi awalnya mengatakan kepada AFP, ada lima orang tewas setelah kecelakaan di Cordoba, tetapi segera setelah itu memperbarui jumlah korban menjadi 21 orang, melansir RFI dari AFP (19/1).

Laporan media Spanyol menunjukkan total 400 orang berada di kedua kereta tersebut.

Sementara itu, Antonio Sanz, pejabat darurat tertinggi di wilayah selatan Andalusia, mengatakan dalam konferensi pers bahwa setidaknya 73 orang terluka.

Media Spanyol mengatakan jumlahnya bisa mencapai 100 orang dengan penumpang yang terjebak di dalam gerbong.

"Masalahnya adalah gerbong-gerbong itu bengkok, sehingga logamnya bengkok dengan orang-orang di dalamnya," kata Francisco Carmona, kepala pemadam kebakaran di Cordoba, kepada RTVE.

"Kami bahkan harus mengeluarkan orang yang sudah meninggal untuk dapat menjangkau seseorang yang masih hidup. Ini pekerjaan yang sulit dan rumit," tambahnya.

Seorang saksi mengatakan kepada RTVE, salah satu gerbong kereta pertama telah terbalik sepenuhnya. Gambar televisi menunjukkan tim medis dan petugas pemadam kebakaran di lokasi kejadian.

Seorang jurnalis dari stasiun penyiaran publik RNE yang sedang bepergian dengan salah satu kereta mengatakan benturan itu terasa seperti "gempa bumi".

Penumpang menggunakan palu darurat untuk memecahkan jendela gerbong dan keluar, katanya.

Lucas Meriako, yang sedang bepergian dengan kereta pertama yang tergelincir, mengatakan kepada televisi La Sexta, "ini terlihat seperti film horor".

"Kami merasakan benturan yang sangat kuat dari belakang dan perasaan bahwa seluruh kereta akan runtuh, hancur banyak yang terluka karena pecahan kaca," katanya.

Imbas peristiwa tersebut, layanan kereta cepat antara Madrid dan kota-kota Andalusia, Cordoba, Seville, Malaga, dan Huelva akan ditangguhkan setidaknya sepanjang Hari Senin, demikian pengumuman ADIF.

ADIF mengatakan tempat-tempat telah disiapkan di stasiun-stasiun di Madrid, Seville, Cordoba, Malaga, dan Huelva untuk membantu keluarga korban.

Terpisah, Istana Kerajaan mengatakan dalam unggahan di X, Raja Felipe VI dan Ratu Letizia mengikuti berita tersebut "dengan sangat prihatin", menyampaikan "belasungkawa terdalam kami kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari yang meninggal, serta cinta dan harapan kami untuk pemulihan yang cepat bagi yang terluka".

Diketahui, Spanyol memiliki jaringan kereta api berkecepatan tinggi terbesar di Eropa, dengan lebih dari 3.000 kilometer (1.800 mil) jalur khusus yang menghubungkan kota-kota besar termasuk Madrid, Barcelona, ​​Seville, Valencia dan Malaga.