JAKARTA - Seorang pejabat senior Hamas pada Hari Kamis menyambut baik pembentukan komite teknokrat untuk mengatur Gaza pasca-perang, mengatakan hal itu akan membantu memperkuat gencatan senjata dan mencegah kembalinya pertempuran.
Mesir, mediator dalam pembicaraan gencatan senjata tidak langsung antara Israel dan Hamas, mengumumkan pembentukan komite teknokrat Palestina beranggotakan 15 orang yang akan beroperasi di bawah pengawasan keseluruhan dari apa yang disebut "Dewan Perdamaian," yang akan diketuai oleh Presiden AS Donald Trump.
"Pembentukan komite ini adalah langkah ke arah yang benar," kata Bassem Naim, salah satu tokoh senior kelompok tersebut, melansir Al Arabiya dari AFP (15/1).
"Ini sangat penting untuk memperkuat gencatan senjata, mencegah kembalinya perang, mengatasi krisis kemanusiaan yang dahsyat, dan mempersiapkan rekonstruksi komprehensif," tandasnya.
Hamas diketahui telah menjalankan kendali penuh atas kehidupan publik di Gaza sejak 2007. Seiring dengan konflik terbaru yang pecah pada 7 Oktober 2023, Hamas telah berulang kali menyatakan tidak menginginkan peran dalam pemerintahan di Gaza di masa mendatang, membatasi keterlibatannya hanya pada pemantauan tata kelola.
Naim mengatakan Hamas siap menyerahkan administrasi Jalur Gaza kepada komite transisi nasional dan memfasilitasi pekerjaannya.
"Sekarang bola berada di tangan para mediator, penjamin Amerika, dan komunitas internasional untuk memberdayakan komite tersebut," jelasnya.
Naim pun mendesak mereka untuk melawan apa yang digambarkannya sebagai upaya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk "menghambat atau menghalangi" tahap selanjutnya dari gencatan senjata.
Sejak gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober, Gaza terbagi oleh apa yang disebut “Garis Kuning,” yang menandai batas antara wilayah yang dikendalikan oleh Hamas dan wilayah di bawah otoritas militer Israel.
Sebelumnya, Utusan Khusus AS Steve Witkoff mengatakan pada Hari Rabu, gencatan senjata telah memasuki tahap kedua.
Elemen-elemen kunci dari tahap kedua meliputi penarikan bertahap pasukan Israel dari Gaza, demiliterisasi wilayah tersebut termasuk pelucutan senjata Hamas, dan langkah-langkah untuk mengatasi krisis kemanusiaan melalui percepatan pengiriman bantuan dan rekonstruksi.
BACA JUGA:
Dewan Perdamaian yang diusulkan AS diharapkan akan dipimpin di lapangan oleh diplomat dan politisi Bulgaria, Nickolay Mladenov, yang baru-baru ini mengadakan pembicaraan dengan pejabat Israel dan Palestina.
Mladenov sebelumnya menjabat sebagai utusan PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah dari awal 2015 hingga akhir 2020.
Laporan media mengatakan Trump diperkirakan akan mengumumkan anggota Dewan Perdamaian dalam beberapa hari mendatang, dengan badan tersebut diperkirakan akan mencakup sekitar 15 pemimpin dunia.