JAKARTA - Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa pada Hari Minggu mengumumkan kesepakatan gencatan senjata komprehensif dan integrasi penuh antara pemerintah Suriah dan SDF (Pasukan Demokratik Suriah), yang menguraikan langkah-langkah menyeluruh untuk memulihkan otoritas negara di timur laut negara itu.
Menurut ketentuan yang diterbitkan oleh Kantor Berita Arab Suriah (SANA), kesepakatan tersebut mencakup предусматриkan gencatan senjata segera dan komprehensif di semua front dan garis kontak antara pasukan pemerintah dan SDF, dikutip dari Anadolu (19/1).
Kesepakatan ini akan berlaku bersamaan dengan penarikan semua formasi militer yang berafiliasi dengan SDF ke daerah-daerah di sebelah timur Sungai Eufrat sebagai langkah persiapan untuk penempatan kembali.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, Provinsi Deir ez-Zor dan Raqqa akan diserahkan sepenuhnya dan segera kepada Pemerintah Suriah, baik secara administratif maupun militer. Ini termasuk pengalihan semua lembaga dan fasilitas sipil di kedua provinsi tersebut.
Perjanjian tersebut menetapkan staf yang ada di Deir ez-Zor dan Raqqa akan secara resmi dipertahankan dalam kementerian negara Suriah yang relevan, dan pemerintah tidak akan mengambil tindakan hukuman terhadap personel SDF atau anggota administrasi sipil di kedua provinsi tersebut.
Perjanjian itu juga menetapkan integrasi semua lembaga sipil di Provinsi Hasakah ke dalam lembaga negara dan struktur administrasi Suriah.
Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Pemerintah Suriah akan mengambil alih kendali semua perbatasan dan ladang minyak dan gas di wilayah tersebut.
Lokasi-lokasi ini akan diamankan oleh pasukan Suriah untuk memastikan bahwa pendapatan dikembalikan ke negara, menurut SANA.
BACA JUGA:
Terpisah, Utusan Amerika Serikat Tom Barrack menyambut baik pengumuman kesepakatan tersebut.
"Perjanjian dan gencatan senjata ini merupakan titik balik penting, di mana mantan musuh merangkul kemitraan daripada perpecahan," cuit Barrack di media sosial X, seperti melansir Anadolu.
Tom Barrack sendiri bertemu dengan Presiden al-Sharaa di Damaskus pada Hari Minggu dan pemimpin SDF Ferhat Abdi Şahin sehari sebelumnya di Irbil, Irak.