JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menambah alokasi dana riset dan inovasi sebesar Rp4 triliun bagi seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan bahwa Presiden berpesan agar perguruan tinggi mengambil peran lebih besar dalam pembangunan nasional, di tengah tantangan geopolitik global dan persoalan internal bangsa.
Pesan itu disampaikan Presiden saat mengundang pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta serta para guru besar di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 15 Januari. Pertemuan ini menjadi undangan ketiga Presiden kepada kalangan akademik dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.
"Presiden menyebut para pimpinan perguruan tinggi dan guru besar sebagai brains of our country. Mereka diminta tidak hanya memimpin secara akademik, tetapi juga merefleksikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara," ujar Brian, Kamis, 15 Januari.
Presiden, kata Brian, juga menyinggung tantangan serius yang masih dihadapi Indonesia, seperti korupsi, under-invoicing, dan kebocoran negara.
"Kondisi ini menuntut perguruan tinggi mencetak SDM unggul yang tidak hanya kuat secara kapasitas dan kapabilitas, tetapi juga berintegritas tinggi, berjiwa nasionalis, dan berpihak pada kepentingan bangsa," kata Brian.
BACA JUGA:
Lebih lanjut, Brian juga menyinggung soal situasi global yang kian dinamis. Dia bilang, Presiden berharap perguruan tinggi menjadi lokomotif penguasaan sains dan teknologi agar Indonesia mampu mandiri dan bertahan.
"Sebagai bentuk kepercayaan sekaligus amanat, Presiden menambah alokasi dana riset dan inovasi sebesar Rp4 triliun bagi seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta," katanya.
"Kebijakan ini menunjukkan harapan besar Presiden agar kampus memberi kontribusi signifikan bagi kemajuan bangsa," pungkasnya.