Bagikan:

JAKARTA - Perdana Menteri Pedro Sanchez mengatakan pada Hari Kamis, Spanyol siap mengerahkan pasukan perdamaian ke Palestina ketika kondisi memungkinkan, sama seperti kesediaannya untuk mengirim pasukan ke Ukraina.

"Saya akan mengusulkan kepada parlemen, ketika kesempatan itu muncul, agar kita mengirim pasukan perdamaian ke Palestina, setelah kita dapat melihat bagaimana memajukan tugas perdamaian ini," katanya kepada para duta besar Spanyol di Madrid, melansir Daily Sabah (9/1).

"Tentu saja, kita tidak melupakan Palestina dan Jalur Gaza. Spanyol harus secara aktif berpartisipasi dalam membangun kembali harapan di Palestina. Situasi di sana tetap tidak dapat ditoleransi," tambahnya.

PM Sanchez juga menegaskan kembali kesediaan Spanyol untuk mengerahkan pasukan ke Ukraina jika terjadi kesepakatan perdamaian, menyebut momen saat ini "kritis" dan "menentukan" untuk mencapai perdamaian di sana.

"Jika Spanyol telah mengirim pasukan perdamaian ke banyak wilayah yang jauh dari negara kita, bagaimana mungkin kita tidak mengirim pasukan perdamaian ke Ukraina, sebuah negara Eropa?" tambahnya.

Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin menentang kehadiran pasukan perdamaian asing di wilayah Ukraina.

Pemerintah Spanyol, yang mengakui Negara Palestina pada tahun 2024, telah menjadi salah satu kritikus paling vokal di Eropa terhadap perang genosida Israel di Gaza, yang dilancarkan setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Pada akhir tahun lalu, PM Sanchez menyerukan peningkatan kesadaran tentang "situasi dramatis" yang dialami warga Palestina selama pertemuan di Madrid dengan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas.