JAKARTA - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada Hari Kamis, dokumen jaminan keamanan bilateral antara Kyiv dan Washington "pada dasarnya sudah siap" untuk diselesaikan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sebagai landasan dari setiap penyelesaian pasca-perang, Ukraina telah mencari jaminan kuat yang mewajibkan AS dan sekutu Barat lainnya untuk membantu Ukraina jika Rusia kembali menyerang.
Utusan Ukraina dan AS, bersama dengan koalisi sekutu Ukraina, telah bernegosiasi di Paris minggu ini untuk menyelesaikan perbedaan pendapat yang tersisa dalam kerangka perdamaian yang ingin dirumuskan Washington dengan Kyiv sebelum diajukan ke Rusia.
Pada Hari Selasa, AS mendukung gagasan untuk memberikan jaminan keamanan bagi Ukraina untuk pertama kalinya.
"Dokumen bilateral tentang jaminan keamanan untuk Ukraina pada dasarnya sudah siap untuk diselesaikan di tingkat tertinggi dengan Presiden (Trump)," unggah Presiden Zelensky di X, melansir Al Arabiya dari Reuters (9/1).
Lebih jauh Ia menerangkan, pertemuan perwakilan Ukraina dan AS di Paris pada Hari Rabu membahas "isu-isu kompleks" dari kerangka kerja yang sedang dibahas untuk mengakhiri perang yang hampir empat tahun lamanya, dan Kyiv telah menyampaikan solusinya untuk hal-hal tersebut.
Presiden Ukraina menyerukan tekanan lebih lanjut terhadap Rusia setelah serangan rudal Rusia lebih lanjut terhadap infrastruktur energi pada Hari Rabu, dengan alasan kredibilitas jaminan keamanan di masa depan harus ditunjukkan dengan respons pada tahap ini.
Presiden Zelenskyy mengatakan, meskipun kerangka kerja telah disepakati 90 persen, masih ada isu-isu pelik seputar kendali atas pembangkit nuklir Zaporizhzhia serta tuntutan Rusia kepada Kyiv untuk menyerahkan sebagian wilayah strategis penting di Ukraina timur yang belum mampu direbut Moskow selama hampir empat tahun perang.
"Kami memahami bahwa pihak Amerika akan berdialog dengan Rusia, dan kami mengharapkan umpan balik tentang apakah pihak agresor benar-benar bersedia mengakhiri perang," cuitnya.
Ia mengatakan tim juga membahas dokumen-dokumen yang berkaitan dengan pemulihan pasca-perang dan pembangunan ekonomi Ukraina.
BACA JUGA:
Bank Dunia tahun lalu memperkirakan biaya rekonstruksi dan pemulihan Ukraina sebesar 524 miliar dolar AS, sementara Pemerintahan Trump telah berupaya memanfaatkan keuntungan ekonomi dan akses istimewa pasca-perang bagi AS di Ukraina.
Diketahui, di bawah Presiden Trump, Washington telah menggeser posisinya dari pendukung langsung Kyiv menjadi penengah yang menekan kedua belah pihak untuk menyepakati perdamaian, dan akan mencoba untuk membuat Moskow menandatangani kesepakatan yang dinegosiasikan dengan Ukraina.