JAKARTA - Sejumlah artefak bersejarah Turki, termasuk patung kaisar perunggu yang diselundupkan dari kota kuno Boubon di Burdur, bersama dengan kepala marmer Demosthenes dan tablet terakota dari Duver di Kayseri, telah dipulangkan dari Amerika Serikat setelah semua prosedur yang diperlukan selesai, kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki Mehmet Nuri Ersoy bulan lalu.
"Kaisar Boubon yang hilang kembali ke negara kita. Melalui kerja sama internasional dan upaya hukum yang gigih, kami berhasil mengembalikan patung kaisar perunggu yang diselundupkan dari Kota Kuno Boubon di Burdur," kata Menteri Ersoy di platform media sosial Turki NSosyal, seperti melansir Anadolu (1/1).
"Proses ini adalah salah satu contoh terbaik dari perjuangan efektif dan kerja sama internasional yang kami lakukan di seluruh dunia dalam upaya melestarikan warisan budaya kami," katanya.
Lebih lanjut Menteri Ersoy mengatakan, seorang kolektor AS yang telah membeli patung itu secara ilegal akan menghadapi penangkapan oleh pengadilan AS jika ia menolak untuk mengembalikannya, menambahkan individu tersebut menghindari penjara dengan menyetujui untuk menyerahkan artefak tersebut.
"Bersama dengan patung kaisar, kepala marmer Demosthenes dan tablet terakota dari Duver juga akan dikembalikan. Dalam dua upacara terpisah yang dihadiri oleh Wakil Menteri kami Gokhan Yazgi, 28 artefak yang tak ternilai harganya, termasuk yang sebelumnya dipulangkan melalui kesepakatan, akan kembali ke tanah air mereka yang sah," urainya.
Menteri Ersoy mengungkapkan, sekitar 9.133 aset budaya telah dipulangkan ke Anatolia selama tujuh tahun terakhi, menegaskan kembali Turki tetap berkomitmen untuk melindungi warisan budayanya dan melacak artefak di seluruh dunia.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Kantor Kejaksaan Distrik Manhattan, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS dan Departemen Anti-Penyelundupan Direktorat Jenderal Warisan Budaya dan Museum Turki.
Menurut kementerian, pengembalian patung perunggu kaisar tersebut berhasil diperoleh melalui penyelidikan yang dipimpin oleh jaksa dan unit keamanan AS.
Surat perintah penahanan yang dikeluarkan untuk kolektor Aaron Mendelsohn memainkan peran penting dalam pemulihan artefak tersebut.
BACA JUGA:
Para pejabat mengatakan, mereka bekerja sama dengan Kantor Kejaksaan Distrik Manhattan dan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS sepanjang proses tersebut dan menyelesaikan semua prosedur transfer yang diperlukan.
Repatriasi kepala kolom marmer yang menggambarkan Malaikat Agung Michael dari Museum Seni Metropolitan juga telah diselesaikan.
Penelitian asal-usul menunjukkan, benda tersebut telah diambil secara ilegal dari Biara Meryem Ana Peribleptos di Samatya, Istanbul.