JAKARTA - Bursa calon Ketua Ikatan Alumni (Ilumni) Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan (FH Unpar) masa bakti 2025-2029 mulai memanas.
Salah satu nama yang menyatakan kesiapannya untuk maju adalah Noverizky Tri Putra Pasaribu.
Pria yang karib disapa Kiky tersebut menyatakan siap mencalonkan diri dalam Kongres ke-VIII Ilumni FH Unpar yang akan digelar pada 31 Januari 2026 mendatang di kampus Unpar.
Dalam keterangannya, Noverizky mengaku terpanggil untuk maju karena ingin menjadikan Ilumni FH Unpar sebagai wadah bagi alumni dari berbagai angkatan dan latar belakang profesi untuk memperkuat hubungan dan kolaborasi dalam berbagai bidang
Menurut Kiky keputusannya maju berangkat dari kegelisahan sebagai alumni yang melihat besarnya potensi alumni FH Unpar belum sepenuhnya dikelola secara optimal.
“Saya datang bukan membawa slogan, tetapi kegelisahan. Alumni FH Unpar jumlahnya besar, kualitasnya luar biasa, tetapi belum terkoneksi dengan baik,” ujar Kiky.
Padahal, menurutnya, koneksi itu adalah fungsi utama organisasi alumni.
Kiky menegaskan bahwa dirinya ingin menjadikan Ilumni FH Unpar sebagai wadah networking alumni terbaik di Indonesia
Gagasan tersebut tertuang dalam konsep One Single Aspiration Center yang merupakan pusat aspirasi dan konektivitas alumni yang terintegrasi.
Menurutnya, visi tersebut lahir dari pengalaman personalnya sebagai alumni yang kesulitan mengakses jejaring senior maupun informasi alumni lintas angkatan.
Jika terpilih nanti, Kiky berjanji akan menjadikan Ilumni FH Unpar sebagai ruang yang inklusif bagi seluruh alumni.
“Banyak tokoh hukum nasional berasal dari FH Unpar, tetapi akses dan koneksinya belum terbangun secara sistemik,” kata dia.
Adapun jargon yang diusung Kiky adalah MUST (Maju Untuk Semua Terakomodasi)
Slogan tersebut mencerminkan komitmennya agar organisasi alumni menjadi ruang bersama yang mampu mengakomodasi seluruh alumni lintas angkatan, profesi, dan wilayah.
Nantinya, Kiky akan melakukan sejumlah langkah untuk bisa mewujudkan visi misinya.
Pertama, melakukan kerja sama dengan berbagai komunitas dan organisasi alumni di luar Universitas Katolik Parahyangan dengan tujuan memperluas networking dan membuka peluang kolaborasi di masa depan.
Kedua, menyelenggarakan interconnection night dengan menggandeng berbagai institusi di Indonesia sebagai ruang temu strategis antar alumni dan pemangku kepentingan lintas sektor.
Ketiga, membangun kerja sama kelembagaan agar alumni FH Unpar dapat menjadi basis narasumber utama dalam berbagai kegiatan hukum, kebijakan publik, dan forum nasional.
Kiky juga menekankan pentingnya peran sosial alumni.
Ia berkomitmen memfasilitasi alumni FH Unpar dalam kegiatan berbasis sosial yang dilaksanakan secara rutin bersama alumni lintas fakultas di Universitas Katolik Parahyangan.
Seluruh misi tersebut akan ditopang oleh pembangunan core center database alumni yang terintegrasi secara digital.
Database ini dirancang sebagai pusat data alumni berbasis angkatan, profesi, dan wilayah, yang dapat diakses dan diperbarui secara berkelanjutan.
“Database ini bukan sekadar daftar nama, tetapi menjadi fondasi agar alumni benar-benar bisa saling terhubung dan saling mendukung,” ujarnya.
Ia menegaskan pencalonannya tidak bertumpu pada kemenangan figur personal, melainkan pada kemajuan bersama seluruh alumni.
Dirinya menolak pendekatan kepemimpinan yang tokoh-sentris dan menekankan bahwa organisasi alumni seharusnya tidak dibangun di atas kultus individu.
Menurutnya, yang harus menjadi pusat perhatian adalah Ikatan Alumni FH Unpar sebagai institusi, bukan sosok calon ketuanya.
Di sisi lain, Noverizky akan menjadikan organisasi berperan besar memberikan kontribusi positif serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat dan bangsa sesuai dengan semboyan Unpar 'Bakuning hyang mrih guna santyaya bhakti'.
"Kami akan mendorong alumni Unpar agar dapat berperan sebagai platform utama dalam kontibusinya di level nasional," tandasnya.
Asal tahu saja, Noverizky Tri Putra Pasaribu bukanlah nama baru di dunia hukum Indonesia.
Ia adalah alumni FH Unpar angkatan tahun 2003 yang kemudian melanjutkan pendidikannya dan meraih gelar Master of Laws (LL.M.) dari Gulf International Institute di Houston, Texas, Amerika Serikat.
Selama masa studi di sana, dia mendapat kehormatan untuk menjabat sebagai Legal Associate di Calehr and Associates, sebuah firma yang berafiliasi dengan Young and Husain P.L.L.C., salah satu firma hukum ternama di Houston.
Kemudian menyelesaikan program Master of Advanced Studies di Universitas Leiden, tingkat program pascasarjana tertinggi yang ditawarkan oleh institusi tersebut.
BACA JUGA:
Selain itu, Nove juga menerima Exceptional Scholarship dari European Law Students’ Association (ELSA) untuk berpartisipasi dalam Program International Economic Law and Policy (IELPO) di Universitas Barcelona.
Saat ini, ia dikenal sebagai Founding Partner di kantor hukum AM Oktarina dan merupakan spesialis di bidang Hukum Komersial dan Korporat (Commercial and Corporate Law).