JAKARTA - Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB) menggelar acara bertajuk Specta UB Phoria dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-63 Universitas Brawijaya (UB).
Ketua IKA UB Mohammad Zainal Fatah mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga untuk memperkuat dukungan alumni terhadap misi kemanusiaan yang tengah dijalankan UB, khususnya bagi korban bencana di Sumatra.
"Kegiatan ini kalau lihat namanya seolah-olah kita mau berpesta pora, tapi sebenarnya konten utamanya tadi malam kita ingin menggalang upaya yang lebih solid lagi dari para alumni untuk mendukung apa yang sudah dilakukan oleh Universitas yang mengirimkan misi kemanusiaan," kata Zainal Fatah di Jakarta, Minggu, 14 Desember.
Ia menjelaskan, dukungan alumni diwujudkan melalui penggalangan dana untuk membantu operasional pelayanan kesehatan yang dilakukan tim medis UB di wilayah Agam, Sumatera Barat.
"Para dokter yang melakukan pendampingan, melayani untuk kebutuhan pelayanan kesehatan di Agam. Oleh karena itu, Ikatan Alumni mengumpulkan dana untuk juga dapat membantu mereka. Karena kita perlu fokus, harus berjalan bersama-sama dengan Universitas," ucapnya.
Selain itu, Zainal Fatah pun menyatakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang meminta kampus memberikan keringanan kepada mahasiswa. Menurutnya, upaya tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan pendidikan para korban bencana.
Menambahkan, Rektor Universitas Brawijaya Widodo berujar UB juga telah mengambil langkah khusus untuk meringankan beban mahasiswa yang terdampak langsung bencana di Sumatra. Salah satunya dengan memberikan pembebasan biaya kuliah dan bantuan biaya hidup.
"Kemarin memang ada mahasiswa kita yang terdampak langsung. Kita memberikan bantuan sesuai dengan kondisi masing-masing. Termasuk juga pembebasan UKT, termasuk juga tidak hanya pembebasan, tapi living cost (biaya hidup) juga," ujar Widodo.
BACA JUGA:
Ia menyebutkan, setidaknya terdapat 36 mahasiswa UB yang terdampak langsung oleh bencana tersebut, bahkan sebagian di antaranya sempat mengalami kesulitan komunikasi dengan keluarga di daerah asal.
Langkah UB ini sejalan dengan rencana pemerintah yang tengah menyusun kebijakan pembebasan biaya kuliah selama satu hingga dua semester bagi mahasiswa terdampak bencana.
Terkait bantuan untuk korban bencana, Widodo menyampaikan bahwa UB telah menyalurkan bantuan logistik berupa kebutuhan pokok dengan total berat lebih dari 3 ton. Selain itu, donasi dalam bentuk uang juga terus dihimpun.
"Dalam bentuk barang, makanan itu kemarin sudah terkumpul lebih dari 3 ton, kita sudah kirim. Kemudian dalam bentuk uang sudah terkumpul lebih dari 200 jutaan. Kemudian juga kita masih terus berhimpun. Demikian juga kita ada project khusus dari Kementerian, itu total pendanaan kira-kira 1 koma sekian miliar (rupiah)," jelasnya.