JAKARTA - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Hari Selasa memperpanjang mandat Misi Dukungan dan Stabilisasi Uni Afrika di Somalia (AUSSOM) selama satu tahun ke depan.
Resolusi yang diajukan oleh Inggris tersebut dan mendapatkan dukungan penuh 15 anggota dewan, akan memperpanjang mandat AUSSOM hingga 31 Desember 2026.
Selain itu, anggota dewan juga memutuskan untuk menghentikan semua operasi Misi Bantuan Transisi PBB di Somalia (UNTMIS) mulai 31 Oktober 2026.
Berbicara setelah pemungutan suara, Wakil Utusan Inggris untuk PBB Archie Young menyambut baik adopsi tersebut dan menggambarkan peran misi tersebut sebagai "penting" untuk "memperkuat stabilitas dan keamanan di Somalia."
"Resolusi yang telah kita adopsi hari ini sangat jelas mengenai tantangan kekurangan dana AUSSOM dan kekurangan likuiditas UNSOS (Kantor Dukungan PBB di Somalia)," katanya, menambahkan mandat tersebut "menciptakan proses untuk memungkinkan peninjauan yang terinformasi tentang dukungan logistik yang diberikan oleh PBB," melansir Anadolu (24/12).
Young juga mengatakan, "untuk memastikan dukungannya kepada Somalia tetap tepat sasaran dan efektif, pengambilan keputusan dewan harus terus didasarkan pada pemahaman komprehensif tentang konteks nasional tempat AUSSOM ditempatkan."
BACA JUGA:
Diketahui, tentara Somalia, dengan dukungan AUSSOM dan mitra internasional lainnya, telah meningkatkan operasi melawan al-Shabaab, kelompok teroris yang berafiliasi dengan al-Qaeda di Somalia selatan dan tengah, sejak Juli.
Al-Shabaab, yang telah melancarkan pemberontakan terhadap pemerintah Somalia selama lebih dari 16 tahun, sering menargetkan pasukan keamanan, pejabat, dan warga sipil.