JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Israel Katz bersumpah bahwa tentara Israel akan tetap berada di Gaza. Ia berjanji militernya akan mendirikan pos-pos terdepan di utara wilayah Palestina.
Katz mengatakan hal itu saat mengunjungi pemukiman ilegal warga Israel di Beit El, Tepi Barat. Rekaman pernyataannya diterbitkan media Israel, Ynet.
“Kita berada jauh di dalam Gaza, dan kita tidak akan pernah meninggalkan Gaza — tidak akan ada hal seperti itu,” kata Katz, dikutip dari AFP, Selasa 23 Desember.
“Kita ada di sana untuk melindungi, untuk mencegah apa yang terjadi (agar tidak terjadi lagi),” tambahnya.
Pernyataan Katz muncul di tengah masih berlakunya kesepakatan gencatan senjata di Gaza antara Israel dan Hamas yang dimediasi AS.
Para mediator kedamaian di Gaza mendesak kesepakatan gencatan senjata masuk ke fase kedua.
Dalam fase kedua, militer Israel harusnya menarik diri dari Gaza. Namun, Katz justru membuka kemungkinan untuk memperluas pos tentara, permukiman militer dan pertanian yang dibangun militer Israel di Nahal.
“Jika waktunya tiba, insya Allah, kita akan mendirikan pos-pos terdepan Nahal di Gaza utara sebagai pengganti komunitas yang telah dipindahkan,” kata Katz.
“Kita akan melakukan ini dengan cara yang benar dan pada waktu yang tepat,” sambungnya.