Bagikan:

JAKARTA - Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan pada Hari Minggu, kemajuan dalam mengatasi kelaparan di Jaur Gaza, Palestina masih "sangat rapuh" setelah Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (IPC) melaporkan tidak ada wilayah di Gaza yang saat ini diklasifikasikan sebagai wilayah yang menghadapi kelaparan.

"Kemajuan yang menggembirakan ini tetap sangat rapuh karena penduduk terus berjuang dengan kerusakan infrastruktur yang besar, runtuhnya mata pencaharian dan produksi pangan lokal, serta pembatasan operasi kemanusiaan," tulis Tedros Adhanom Ghebreyesus di platform media sosial X, melansir Anadolu (22/12).

Lebih lanjut Tedros mencatat, lebih dari 100.000 anak dan 37.000 wanita hamil-menyusui masih diproyeksikan menderita kekurangan gizi akut hingga April tahun depan, sementara hanya 50 persen fasilitas kesehatan di Gaza yang berfungsi sebagian dan menghadapi kekurangan pasokan dan peralatan penting.

"Untuk meningkatkan layanan penyelamatan jiwa dan memperluas akses ke perawatan, WHO menyerukan persetujuan dan masuknya pasokan medis penting, peralatan, dan struktur rumah sakit prefabrikasi secara mendesak dan dipercepat," katanya.

Menurut laporan Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (IPC) terbaru, tidak ada wilayah di Gaza yang saat ini diklasifikasikan sebagai wilayah yang menghadapi kelaparan setelah gencatan senjata yang ditandatangani pada Bulan Oktober.

Meskipun perkembangan terkini di tengah gencatan senjata yang rapuh, termasuk rencana perdamaian yang diusulkan dan peningkatan arus masuk pangan, telah membantu meringankan kondisi yang paling ekstrem, IPC memperingatkan bahwa prospeknya tetap suram.