Bagikan:

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons permintaan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri untuk memberikan donasi sebesar Rp2 miliar untuk korban bencana banjir dan longsor di Sumatera.

Dengan jawaban singkat, Pramono menjawab bahwa dirinya telah mengetahui instruksi Megawati. Pramono mengucapkan bahasa Arab yang memiliki arti "kami mendengar dan kami patuh".

"Sami'na wa atho'na," jawab Pramono saat ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 18 Desember.

Beberapa waktu lalu, Pramono mengungkapkan bahwa Pemprov DKI telah mengirimkan bantuan beberapa kali kepada warga terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Bahkan, mantan Sekretaris Kabinet itu mengaku juga telah berdonasi untuk korban bencana dari kantong pribadinya.

Dari Pemprov DKI, bantuan pertama dikirim pada Minggu, 30 November lalu. Bantuan tersebut mencakup ribuan makanan siap saji, selimut, perlengkapan anak, sembako, hingga tandon air bersih. Pemprov DKI kemudian kembali mengirimkan bantuan uang pada Sabtu, 6 Desember lalu.

Pemprov DKI, lanjut Pramono, kembali mengirimkan bantuan untuk ketiga kalinya. Bantuan tersebut berupa toilet portabel yang akan dikirimkan ke Kabupaten Aceh Tamiang

"Yang pertama yang sudah terkirim itu. Kemudian ada pengiriman berupa uang tunai. Memang saya tidak mau diumumkan yang seperti ini," kata Pramono di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Selasa, 9 Desember.

Diberitakan sebelumnya, Megawati Soekarnoputri meminta Pramono Anung menyumbang Rp2 miliar dalam penggalangan donasi untuk korban bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera.

Permintaan itu disampaikan langsung Megawati di hadapan kader saat Peringatan Hari Ibu di Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta Selatan.

Momen tersebut terjadi saat Megawati naik ke panggung bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno untuk membagikan bibit pohon kepada kepala daerah perempuan kader PDI-P. Usai sesi foto bersama, Rano melontarkan celetukan agar Megawati bernyanyi.

Megawati memilih tidak langsung bernyanyi dan mengambil mikrofon untuk menyampaikan pesan singkat kepada para perempuan.

Megawati menyatakan bersedia bernyanyi jika disertai donasi besar untuk korban bencana di Sumatera. Ia menilai nominal donasi yang dikumpulkan PDIP sebelumnya belum cukup.

"Teruskan saya bisik-bisik kamu maunya mintanya donasinya berapa? Katanya tadi setengah miliar. Ngapain setengah miliar? Aku nggak mau nyanyi. Ayo ibu-ibu saya tantang tadi katanya Rp1 miliar," ucap Megawati.

Rano kemudian menyebut Pramono telah menyampaikan komitmennya untuk berdonasi. "Tadi Pak Gubernur nelpon, Gubernur nyumbang Rp 1 miliar," timpal Rano.

Mendengar hal tersebut, Megawati langsung menaikkan angka tersebut. Ia menyampaikan perintah terbuka kepada Pramono untuk menambah donasi hingga Rp2 miliar.

"Masak Rp1 miliar? Kalau gitu saya bilang gini, Ketua Umum memerintahkan Gubernur DKI untuk nyumbangnya Rp2 miliar. Ayo nyanyi. Makanya jangan lemes jadi perempuan. Apalagi kalau saya nari, naik lagi (sumbangannya). Saya pintar nari, loh," urai Megawati.