JAKARTA - Presiden Venezuela Nicolas Maduro menegaskan Venezuela akan terus melakukan perdagangan minyak. Penegasan ini merespons ancaman Presiden Donald Trump bakal memblokade semua kapal tanker minyak yang dikenai sanksi yang masuk dan keluar dari negara tersebut.
“Perdagangan masuk dan keluar akan terus berlanjut -- minyak kita dan semua kekayaan alam kita yang menurut konstitusi dan warisan Bolivar adalah milik kita -- kekayaan kita, tanah kita, dan minyak kita -- kepada satu-satunya pemilik sahnya, yang selama berabad-abad telah menjadi rakyat Venezuela yang berdaulat, pemilik mutlak tanah, lapisan bawah tanah, dan semua kekayaannya,” kata Maduro dilansir ABC News, Kamis, 18 Desember.
Maduro mengatakan “niat” Trump adalah perubahan rezim di Venezuela.
“Ini tidak akan pernah terjadi, tidak akan pernah -- Venezuela tidak akan pernah menjadi koloni apa pun atau siapa pun, tidak akan pernah,” katanya.
Pernyataan Maduro muncul setelah Trump mengumumkan pada Selasa rencana “blokade" terhadap kapal tanker minyak yang dikenai sanksi yang masuk atau keluar dari Venezuela, meningkatkan tekanan Amerika terhadap rezim Maduro.
"Venezuela sepenuhnya dikelilingi oleh Armada terbesar yang pernah dikumpulkan dalam sejarah Amerika Selatan," tulis Trump dalam unggahan panjang di platform media sosialnya. "Armada ini hanya akan semakin besar, dan kejutan bagi mereka akan seperti sesuatu yang belum pernah mereka lihat sebelumnya -- sampai mereka mengembalikan kepada Amerika Serikat semua minyak, tanah, dan aset lainnya yang sebelumnya mereka curi dari kita,” sambungnya lewat Truth Social.
Belum jelas secara pasti minyak dan tanah curian apa yang dimaksud Trump. ABC News telah menghubungi Gedung Putih untuk meminta komentar.
Namun, di bawah pendahulu Maduro, Hugo Chavez, pemerintah Venezuela menyita aset dari beberapa perusahaan minyak Amerika setelah negara tersebut menasionalisasi ladang minyak pada tahun 2007.
Dalam unggahan tersebut, Trump mengumumkan "BLOKADE TOTAL DAN LENGKAP TERHADAP SEMUA KAPAL TANKER MINYAK YANG DIKENAKAN SANKSI yang masuk dan keluar dari Venezuela" dan menuntut pengembalian minyak dan aset.
Pemerintah Venezuela menanggapi unggahan Trump, menyebut deklarasinya sebagai "ancaman yang sembrono dan serius" terhadap negara tersebut yang menurut mereka melanggar hukum internasional, perdagangan bebas, dan kebebasan navigasi.
"Presiden Amerika Serikat bermaksud untuk memberlakukan, dengan cara yang benar-benar tidak rasional, blokade militer angkatan laut terhadap Venezuela dengan tujuan mencuri kekayaan yang menjadi milik tanah air kami," kata pemerintah Venezuela dalam pernyataan.
Pemerintah Venezuela mengatakan duta besarnya untuk PBB akan "terus mengecam pelanggaran serius terhadap hukum internasional terhadap Venezuela ini."
Mereka menyerukan "rakyat dunia untuk menolak" pengumuman Trump.
Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar yang diketahui di dunia, dan ekspor minyak merupakan sumber pendapatan utama pemerintah.